Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 28 Juni 2026
Sanggar Prabha Semara Jaya Badung Memukau di PKB 2026 Lewat Lakon Angkus Prana
bbn/dok Diskominfo Badung/Sanggar Prabha Semara Jaya Badung Memukau di PKB 2026 Lewat Lakon Angkus Prana.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sanggar Tari dan Tabuh Prabha Semara Jaya, Duta Kabupaten Badung asal Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, sukses memukau penonton saat tampil dalam Rekasadana (Pergelaran) Kesenian Tradisional Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Denpasar, Sabtu (27/6/2026).
Pada kesempatan tersebut, Sanggar Prabha Semara Jaya membawakan lakon "Angkus Prana" yang mengangkat kisah kepahlawanan Bima dalam mencari roh kedua orang tuanya, Pandu dan Dewi Madri, yang masih terkurung di Kawah Candradimuka.
Dalam perjalanan yang penuh rintangan, Bima harus menghadapi pertempuran melawan para cikrabala. Berkat keteguhan hati serta restu Dewa Siwa, Bima berhasil membebaskan roh kedua orang tuanya sehingga upacara yadnya di Puri Astinapura dapat terlaksana dengan baik. Kisah tersebut menjadi simbol pengabdian dalam mewujudkan nilai Atma Kerthi, tema utama PKB 2026.
Ketua Sanggar sekaligus Koordinator Seni, I Gst. Ngurah Gede Karma Saputra, S.Pd., mengaku optimistis seluruh personel mampu memberikan penampilan terbaik di panggung PKB.
"Dengan kemampuan dari personel yang kami akan libatkan, Astungkara malam ini bisa menggetarkan art center di Kalangan Aryodia," ungkapnya.
Ia menjelaskan lakon yang diangkat menceritakan perjalanan Bima mencari roh Sang Pandu dan Dewi Madri agar pelaksanaan karya atau yadnya di Puri Astinapura dapat berlangsung dengan lancar.
Menurutnya, keikutsertaan dalam PKB tidak hanya menjadi ajang berkesenian, tetapi juga menjadi wadah regenerasi seniman muda untuk terus melestarikan seni budaya Bali.
"Harapan kami atau kita bersama, semoga diajang pesta kesenian Bali tahun ini dan tahun-tahun berikutnya, bisa memotivasi, memunculkan bakat-bakat seniman muda untuk bisa tetap berkarya, guna menjaga dan melestarikan seni budaya yang kita miliki di Bali," jelasnya.
Sebanyak 11 penari dan 16 penabuh terlibat dalam garapan tersebut. Proses latihan telah dimulai sejak Februari 2026, diawali dengan rapat persiapan, nuasen, hingga latihan intensif sesuai jadwal yang telah disepakati.
Meski bertepatan dengan Hari Raya Galungan, Kuningan, serta berbagai kegiatan adat di desa, seluruh tim tetap mampu menjaga konsistensi latihan berkat komunikasi dan koordinasi yang baik.
"Kendala selama latihan tentu saja pasti ada. Jadi kita ketahui bersama, pesta kesenian Bali tahun ini bersama dengan Hari Raya Galungan dan Kuningan, dan juga betul-betul ada karya di desa kami, tapi astungkara dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, kami bisa mencarikan solusi untuk latihan sesuai jadwal yang telah disepakati," katanya.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun