Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 30 September 2026
Kisah Kolosal Gajah Mada dan Kebo Iwa Warnai Hari Bhayangkara ke-80 di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, Rabu (1/7/2026), berlangsung meriah dengan suguhan drama kolosal yang mengangkat kisah Mahapatih Gajah Mada dan Mahapatih Kebo Iwa. Pertunjukan budaya tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian peringatan hari jadi Polri.
Selain drama kolosal, masyarakat juga disuguhkan parade defile serta penampilan marching band binaan Polri yang membawakan lagu-lagu patriotik dengan gerakan yang kompak dan dinamis.
Perayaan ini dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan. Kehadiran para pemimpin daerah mencerminkan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan di Bali.
Rangkaian acara diawali dengan upacara parade yang berlangsung khidmat, kemudian dilanjutkan prosesi syukuran sebagai ungkapan rasa syukur atas pengabdian Polri yang telah memasuki usia ke-80 tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Bali melakukan prosesi pemotongan tumpeng. Potongan tumpeng pertama diserahkan secara simbolis kepada Gubernur Bali Wayan Koster dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, disaksikan seluruh jajaran Forkopimda Bali.
Kemeriahan berlanjut dengan defile kendaraan dinas Polri yang menampilkan berbagai armada, mulai dari kendaraan taktis (rantis), kendaraan patroli lalu lintas, hingga kendaraan operasional milik satuan khusus seperti Brimob dan Polairud.
Di sela kegiatan, Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya menjelaskan bahwa pertunjukan budaya yang ditampilkan bukan sekadar hiburan, melainkan mengandung pesan tentang nasionalisme, keberagaman, dan toleransi yang menjadi nilai penting dalam kehidupan masyarakat Bali.
"Secara simbolis, Polri ingin menunjukkan nilai-nilai nasionalisme, keberagaman budaya, khususnya di Bali, serta tingginya toleransi. Kita juga menghormati keberagaman tersebut," ujar jenderal bintang dua tersebut.
Kapolda mengatakan kisah Mahapatih Gajah Mada dan Mahapatih Kebo Iwa yang diangkat dalam drama kolosal menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
"Nilai-nilai tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk meneladani semangat Mahapatih Gajah Mada dalam mengemban tugas melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta menegakkan hukum," tegas Irjen Pol Daniel.
Ia menambahkan semangat pengabdian yang diwariskan tokoh sejarah tersebut diharapkan menjadi pedoman seluruh anggota Polri dalam menjalankan tugas sehari-hari.
"Tekad itulah yang kita ambil. Kita harus benar-benar serius dan meneladani semangat Gajah Mada dalam melaksanakan tugas-tugas Polri," tegasnya.
Kapolda Bali juga mengakui tindak kriminalitas masih menjadi tantangan. Karena itu, Polda Bali terus memperkuat upaya penegakan hukum yang diimbangi langkah-langkah preventif melalui patroli, penjagaan, dan berbagai kegiatan untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di Pulau Dewata.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8561 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5911 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3713 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2540 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar