Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bank Sampah Gempita Ajarkan Siswa SDN 5 Pedungan Peduli Lingkungan dan Tambah Uang Saku

Kamis, 10 September 2026, 21:39 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Bank Sampah Gempita Ajarkan Siswa SDN 5 Pedungan Peduli Lingkungan dan Tambah Uang Saku.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Program Bank Sampah Gempita di SD Negeri 5 Pedungan Denpasar terus menggeliat. Program yang telah berjalan sejak 2018 ini tidak hanya mengajarkan siswa peduli lingkungan, tetapi juga mengenalkan nilai ekonomi dari sampah yang mereka pilah.

Kegiatan penimbangan sampah dilaksanakan rutin setiap dua minggu sekali, tepatnya pada hari Sabtu. Sampah yang dikumpulkan berasal dari lingkungan sekolah maupun dibawa siswa dari rumah.

Ketua Bank Sampah Gempita, I Putu Dede Mahendra, mengatakan program tersebut sempat terhenti selama pandemi Covid-19. Namun, kegiatan kembali berjalan dan terus dikembangkan hingga saat ini.

“Sampah terpilah yang dibawa meliputi botol plastik, kardus, kertas bekas hingga minyak jelantah. Setiap kali penimbangan, siswa akan mendapatkan saldo berupa uang,” ujarnya, Kamis (10/09/2026).

Pengelolaan administrasi Bank Sampah Gempita kini telah menggunakan sistem digital melalui aplikasi SiDarling (Sistem Sadar dan Peduli Lingkungan) milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar.

Melalui aplikasi tersebut, siswa dapat memantau saldo tabungan sampah secara langsung melalui telepon seluler. Khusus siswa, saldo yang terkumpul disimpan secara berkala dan baru dapat dicairkan setelah mereka menyelesaikan pendidikan di sekolah dasar atau menamatkan kelas 6.

Menariknya, terdapat siswa yang berhasil mengumpulkan saldo hingga Rp1,5 juta ketika lulus dari sekolah. Sampah yang telah dikumpulkan kemudian didistribusikan kepada pihak ketiga untuk diolah dan dimanfaatkan kembali.

Gema Ranger Ikut Kelola Bank Sampah

Kepala SDN 5 Pedungan, Ni Made Suciningsih, mengatakan pengumpulan sampah di sekolah dikoordinasikan oleh wali kelas bersama para kader. Sekolah juga memiliki kader Gema Ranger yang berasal dari siswa kelas 6.

Para Gema Ranger turut membantu proses penimbangan sampah sekaligus melakukan input data ke aplikasi SiDarling.

“Antusiasme seluruh warga sekolah terhadap keberadaan bank sampah ini sangat tinggi. Tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga guru hingga pengelola kantin sekolah,” kata Suciningsih.

Menurutnya, keberadaan Bank Sampah Gempita menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Anak-anak juga diajarkan bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak diajarkan bahwa sampahku adalah tanggung jawabku,” ujarnya.

Suciningsih juga menyambut antusias kunjungan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq ke sekolah tersebut. Kunjungan itu dinilai dapat menjadi tambahan motivasi bagi siswa untuk semakin aktif menjaga lingkungan.

“Dengan adanya kunjungan ini membuktikan bahwa anak-anak juga bisa mendapatkan motivasi. Motivasi dari dalam diri itu penting. Setelah mendapatkan kunjungan, anak-anak akan semakin antusias,” katanya.

Keberadaan Bank Sampah Gempita di SDN 5 Pedungan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui tabungan sampah, tetapi juga membentuk kebiasaan siswa memilah dan mengelola sampah secara bertanggung jawab sejak usia sekolah.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/maw



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami