Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bank Sampah Gempita Ajarkan Siswa SDN 5 Pedungan Peduli Lingkungan dan Tambah Uang Saku
beritabali/ist/Bank Sampah Gempita Ajarkan Siswa SDN 5 Pedungan Peduli Lingkungan dan Tambah Uang Saku.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Program Bank Sampah Gempita di SD Negeri 5 Pedungan Denpasar terus menggeliat. Program yang telah berjalan sejak 2018 ini tidak hanya mengajarkan siswa peduli lingkungan, tetapi juga mengenalkan nilai ekonomi dari sampah yang mereka pilah.
Kegiatan penimbangan sampah dilaksanakan rutin setiap dua minggu sekali, tepatnya pada hari Sabtu. Sampah yang dikumpulkan berasal dari lingkungan sekolah maupun dibawa siswa dari rumah.
Ketua Bank Sampah Gempita, I Putu Dede Mahendra, mengatakan program tersebut sempat terhenti selama pandemi Covid-19. Namun, kegiatan kembali berjalan dan terus dikembangkan hingga saat ini.
“Sampah terpilah yang dibawa meliputi botol plastik, kardus, kertas bekas hingga minyak jelantah. Setiap kali penimbangan, siswa akan mendapatkan saldo berupa uang,” ujarnya, Kamis (10/09/2026).
Pengelolaan administrasi Bank Sampah Gempita kini telah menggunakan sistem digital melalui aplikasi SiDarling (Sistem Sadar dan Peduli Lingkungan) milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar.
Melalui aplikasi tersebut, siswa dapat memantau saldo tabungan sampah secara langsung melalui telepon seluler. Khusus siswa, saldo yang terkumpul disimpan secara berkala dan baru dapat dicairkan setelah mereka menyelesaikan pendidikan di sekolah dasar atau menamatkan kelas 6.
Menariknya, terdapat siswa yang berhasil mengumpulkan saldo hingga Rp1,5 juta ketika lulus dari sekolah. Sampah yang telah dikumpulkan kemudian didistribusikan kepada pihak ketiga untuk diolah dan dimanfaatkan kembali.
Baca juga:
Kisah Awal Bali Wastu Lestari, Induk Bank Sampah di Bali yang Lahir dari Kegelisahan Keluarga
Gema Ranger Ikut Kelola Bank Sampah
Kepala SDN 5 Pedungan, Ni Made Suciningsih, mengatakan pengumpulan sampah di sekolah dikoordinasikan oleh wali kelas bersama para kader. Sekolah juga memiliki kader Gema Ranger yang berasal dari siswa kelas 6.
Para Gema Ranger turut membantu proses penimbangan sampah sekaligus melakukan input data ke aplikasi SiDarling.
“Antusiasme seluruh warga sekolah terhadap keberadaan bank sampah ini sangat tinggi. Tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga guru hingga pengelola kantin sekolah,” kata Suciningsih.
Menurutnya, keberadaan Bank Sampah Gempita menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Anak-anak juga diajarkan bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak diajarkan bahwa sampahku adalah tanggung jawabku,” ujarnya.
Suciningsih juga menyambut antusias kunjungan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq ke sekolah tersebut. Kunjungan itu dinilai dapat menjadi tambahan motivasi bagi siswa untuk semakin aktif menjaga lingkungan.
“Dengan adanya kunjungan ini membuktikan bahwa anak-anak juga bisa mendapatkan motivasi. Motivasi dari dalam diri itu penting. Setelah mendapatkan kunjungan, anak-anak akan semakin antusias,” katanya.
Keberadaan Bank Sampah Gempita di SDN 5 Pedungan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui tabungan sampah, tetapi juga membentuk kebiasaan siswa memilah dan mengelola sampah secara bertanggung jawab sejak usia sekolah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan