Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 4 Oktober 2026
Kintamani Waspada Karhutla, Warga Diminta Tak Buang Puntung Rokok
BERITABALI.COM, BANGLI.
Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau yang berlangsung cukup panjang tahun ini.
Kondisi cuaca kering membuat vegetasi di kawasan hutan dan lahan lebih mudah terbakar. Karena itu, kesadaran dan kewaspadaan seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Camat Kintamani I Ketut Erry Soena Putra mengatakan wilayah Kintamani memiliki kawasan hutan yang cukup luas. Kondisi kemarau yang berkepanjangan membuat kawasan tersebut menjadi lebih rentan terhadap kebakaran.
Baca juga:
BPBD Bangli Waspadai Karhutla di Kintamani
Untuk mengantisipasi potensi karhutla, pihak kecamatan mengimbau masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan. Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api, terutama di kawasan hutan dan lahan yang kondisinya sangat kering.
"Selain imbauan, sosialisasi dan edukasi juga terus dilakukan dengan menggandeng pemerintah desa, pihak terkait, serta masyarakat. Pengawasan terhadap kawasan yang rawan kebakaran juga ditingkatkan," ungkapnya, Rabu (19/06/2026).
Erry mengakui, kebakaran yang terjadi selama ini tidak hanya dipengaruhi faktor cuaca. Kelalaian manusia yang memicu munculnya percikan api, termasuk membuang puntung rokok sembarangan, juga menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai.
Caption: Camat Kintamani I Ketut Erry Soena Putra.
Kondisi tersebut terbukti pada pekan lalu ketika kebakaran melanda kawasan hutan di sekitar lereng Gunung Batur. Kebakaran tersebut menghanguskan lebih dari dua hektare kawasan hutan.
Beruntung, berkat kerja sama seluruh pihak, kebakaran dapat segera ditangani sehingga tidak meluas ke kawasan lainnya.
Kecamatan Kintamani berharap kewaspadaan seluruh pihak terus ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa. Pemerintah desa dan masyarakat diminta ikut menjaga lingkungan, termasuk kawasan hutan yang memiliki potensi kerawanan kebakaran cukup tinggi selama musim kemarau.
Para wisatawan yang beraktivitas di kawasan Kintamani juga diajak ikut menjaga kelestarian dan keamanan kawasan hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1110 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 443 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 406 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 358 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 299 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung