Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
Kintamani Waspada Karhutla, Warga Diminta Tak Buang Puntung Rokok
BERITABALI.COM, BANGLI.
Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau yang berlangsung cukup panjang tahun ini.
Kondisi cuaca kering membuat vegetasi di kawasan hutan dan lahan lebih mudah terbakar. Karena itu, kesadaran dan kewaspadaan seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Camat Kintamani I Ketut Erry Soena Putra mengatakan wilayah Kintamani memiliki kawasan hutan yang cukup luas. Kondisi kemarau yang berkepanjangan membuat kawasan tersebut menjadi lebih rentan terhadap kebakaran.
Baca juga:
BPBD Bangli Waspadai Karhutla di Kintamani
Untuk mengantisipasi potensi karhutla, pihak kecamatan mengimbau masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan. Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api, terutama di kawasan hutan dan lahan yang kondisinya sangat kering.
"Selain imbauan, sosialisasi dan edukasi juga terus dilakukan dengan menggandeng pemerintah desa, pihak terkait, serta masyarakat. Pengawasan terhadap kawasan yang rawan kebakaran juga ditingkatkan," ungkapnya, Rabu (19/06/2026).
Erry mengakui, kebakaran yang terjadi selama ini tidak hanya dipengaruhi faktor cuaca. Kelalaian manusia yang memicu munculnya percikan api, termasuk membuang puntung rokok sembarangan, juga menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai.
Caption: Camat Kintamani I Ketut Erry Soena Putra.
Kondisi tersebut terbukti pada pekan lalu ketika kebakaran melanda kawasan hutan di sekitar lereng Gunung Batur. Kebakaran tersebut menghanguskan lebih dari dua hektare kawasan hutan.
Beruntung, berkat kerja sama seluruh pihak, kebakaran dapat segera ditangani sehingga tidak meluas ke kawasan lainnya.
Kecamatan Kintamani berharap kewaspadaan seluruh pihak terus ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa. Pemerintah desa dan masyarakat diminta ikut menjaga lingkungan, termasuk kawasan hutan yang memiliki potensi kerawanan kebakaran cukup tinggi selama musim kemarau.
Para wisatawan yang beraktivitas di kawasan Kintamani juga diajak ikut menjaga kelestarian dan keamanan kawasan hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4578 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2384 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2041 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1642 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1083 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun