Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kemarau, 8.340 Warga Buleleng Dapat Bantuan Air

Selasa, 1 September 2026, 16:27 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kemarau, 8.340 Warga Buleleng Dapat Bantuan Air.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Buleleng. Palang Merah Indonesia (PMI) Buleleng mencatat sebanyak 8.340 jiwa telah menerima bantuan air bersih sepanjang 2026.

Bantuan tersebut disalurkan sebanyak 24 kali dengan total volume hampir 170 ribu liter. Distribusi dilakukan ke sejumlah wilayah yang mengalami penurunan debit sumber air sehingga pasokan air bersih masyarakat mulai terganggu.

Ketua Umum PMI Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan kekurangan air bersih mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut terutama terjadi pada daerah yang selama ini mengandalkan pasokan dari PDAM maupun sumber air yang dikelola desa.

"Memasuki musim kemarau tahun 2026 ini di Buleleng memang ada beberapa wilayah yang sudah mulai mengalami kekurangan pasokan atau distribusi air yang selama ini lewat PDAM maupun lewat air bersih yang dikelola oleh desa," kata Supriatna.

Besarnya kebutuhan air bersih terlihat dari intensitas layanan yang telah dilakukan PMI Buleleng. Dalam 24 kali distribusi, air yang disalurkan kepada masyarakat telah mendekati 170 ribu liter.

"Sudah hampir 170.000 liter, dengan kapasitas layanan sudah 24 kali layanan. Ini cukup besar juga kebutuhan selama ini oleh wilayah-wilayah yang mengalami penurunan debit air," ujarnya.

Penanganan kekurangan air bersih di Buleleng dilakukan melalui sinergi sejumlah instansi. Selain PMI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng dan PDAM turut melakukan distribusi air kepada masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat menyampaikan permintaan kepada PMI, BPBD maupun PDAM. Selanjutnya, permintaan tersebut akan ditindaklanjuti berdasarkan kondisi di lapangan dan kapasitas pelayanan masing-masing instansi.

"Kadang langsung ada yang ke PDAM, ada yang ke PMI, ada juga yang ke BPBD," jelas Supriatna yang juga Wakil Bupati Buleleng.

Supriatna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kemarau masih dapat ditangani melalui koordinasi antarinstansi. Namun, ia berharap musim kemarau tidak berlangsung panjang sehingga potensi kekeringan yang lebih luas dapat dicegah.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami