Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
13 Lumba-lumba Terdampar di Klungkung, Ini Diduga Penyebabnya
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Terdamparnya 13 lumba-lumba di Pantai Batu Tumpeng, Kabupaten Klungkung, Bali, diduga karena fenomena air pasang surut yang terjadi di wilayah perairan Bali.
"Bisa jadi, karena air pasang terdampar," kata Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III, Dwi Hartanto saat dihubungi Jumat (28/5) dikutip dari Kumparan.com.
Ia menerangkan, terjadi fenomena pasang surut dan tinggi gelombang di perairan Bali sejak Rabu (26/5) kemarin hingga hari ini, karena dipicu gerhana total pada Rabu (26/5) lalu, dan terjadi banjir rob hingga ke daratan yang terjadi di beberapa wilayah seperti di Kuta, Sanur dan Klungkung.
"Fenomena pasang surut, karena pengaruh dari gerhana. Kedua dari gravitasi bumi dan matahari. Kalau mataharinya jaraknya lebih pendek jadi berpengaruh. Itu, karena pengaruh daya tarik matahari dan bumi dan juga kemarin karena gerhana. Jadi pasang airnya," imbuhnya.
Untuk gelombang tinggi, di perairan selat bagian selatan Bali diperkirakan antara tiga hingga empat meter. Sementara, fenomena pasang surut pihaknya belum bisa memprediksi kapan puncaknya.
"Selama, masih periode gerhana masih pasang. (Untuk ombak) iya lebih tinggi dari normalnya. Kalau pada saat pasang sampai ke daratan," jelasnya.
Menurutnya, terjadinya fenomena pasang surut di setiap daerah di Bali berbeda-beda dan hal ini adalah fenomena alami dan terjadi setiap tahunnya ketika usai gerhana total.
"Bumi, kan selalu berputar pada saat pasang tentu nanti surut. Jadi satu hari kadang dua kali pasang dua kali surut, tapi kadang tiga kali pasang satu kali surut. Jadi beda-beda setiap lokasinya," ujarnya.
Ia menerangkan, untuk tinggi gelombang tiga sampai empat meter di selat Bali bagian selatan terus ada juga di perairan antara NTB dan Bali.
"Lebih baik masyarakat mengindari ke pantai karena ombak lebih tinggi dari normalnya. Terutama, yang gelombangnya tinggi di Sanur, Seminyak, Kuta dan wilayah penyebrangan," ujar Dwi.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5894 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4623 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2591 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2233 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2208 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan