Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
1.500 Layang-layang Warnai Langit Pangkung Tibah Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Suasana akhir pekan di kawasan Pangkung Tibah, Kabupaten Tabanan, semakin semarak dengan hadirnya dua kegiatan berbasis komunitas yang memadukan tradisi, olahraga, gaya hidup sehat, dan potensi wisata.
Dua kegiatan tersebut yakni Pelangi Tabanan Kite Festival 2026 yang digelar pada 26-27 September 2026 di Pantai Batu Tampih, Pangkung Tibah, serta Pangkung Tibah Village Fun Run 2026 yang berlangsung pada Minggu (27/9/2026).
Business Development Manager Ciputra Group, Que Marcell Aureole, mengatakan keterlibatan Ciputra Beach Resort dalam berbagai kegiatan komunitas tidak sekadar menyediakan tempat untuk penyelenggaraan acara.
Menurutnya, keberadaan resort di kawasan pesisir Pangkung Tibah dan kedekatannya dengan kehidupan masyarakat menjadi peluang untuk membangun kolaborasi sekaligus memperkenalkan karakter dan potensi Tabanan kepada masyarakat yang lebih luas.
Salah satunya melalui Pelangi Tabanan Kite Festival 2026 yang diselenggarakan Perkumpulan Pelayang Indonesia (Pelangi) Tabanan. Festival tersebut diikuti sekitar 1.500 layang-layang dari berbagai daerah di Bali.
Mengusung tema “Bayuning Segara Singgasana”, yang bermakna angin di laut Tabanan, festival ini menjadi wadah bagi para Rare Angon sekaligus bagian dari upaya menjaga dan melestarikan tradisi melayangan di Bali.
“Selain menjadi ajang perlombaan, festival ini juga turut memperkenalkan potensi wisata alam dan budaya layang-layang Tabanan kepada masyarakat yang lebih luas,” terangnya, Minggu (27/9/2026).
Selain festival layang-layang, kegiatan komunitas juga hadir melalui Pangkung Tibah Village Fun Run 2026.
Kegiatan yang mengusung kategori 5K dan 10K tersebut diikuti sekitar 800 peserta. Rute lari membawa peserta melintasi kawasan Desa Pangkung Tibah hingga area Ciputra Beach Resort.
“Rute lari membawa para peserta melintasi kawasan Desa Pangkung Tibah dan area Ciputra Beach Resort,” cetusnya.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah bagi masyarakat untuk berolahraga, tetapi juga menjadi cara untuk memperkenalkan potensi wisata Desa Pangkung Tibah.
Menurut Que Marcell Aureole, perpaduan aktivitas komunitas, olahraga, budaya, dan kawasan wisata dapat menciptakan pengalaman yang lebih dekat antara masyarakat dengan destinasi.
“Melalui keterbukaan terhadap berbagai kegiatan komunitas, Ciputra Beach Resort berharap dapat terus menjadi ruang untuk berkolaborasi, sekaligus mendukung pengenalan potensi wisata, budaya, dan masyarakat Pangkung Tibah dan Tabanan,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Pelangi Tabanan, I Ketut Arsana Yasa, menyampaikan Pelangi Tabanan Kite Festival 2026 menghadirkan hampir seluruh kategori layang-layang.
Pada hari pertama, kegiatan lebih banyak diikuti anak-anak pemula dengan kategori layangan plastik. Pada hari berikutnya, festival berlanjut dengan kategori pelayang remaja, dewasa hingga kategori big kite.
“Big kite ini spesial. Layangan di atas tujuh meter naik, kemudian big dari Jangan yang ekornya di atas 50 meter juga naik hari ini,” ujarnya.
Menurutnya, momen tersebut menjadi bagian istimewa dalam penyelenggaraan festival. Sebab, layangan big kategori Jangan di Tabanan disebut tidak pernah mengudara sejak 2016.
“Di Tabanan sejak 2016 Jangan big itu tidak pernah naik, kecuali hari ini. Hari ini Jangan big bisa naik di Tabanan Kite Festival,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan