Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 18 September 2026
Adat-Budaya Jadikan Vibrasi Tanah Bali Suci
BERITABALI.COM, DENPASAR.
I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, salah seorang jurnalis senior di Bali meluncurkan sebuah buku berjudul Catatan Jurnalistik “Mencari Kitab Suci”.
Pesan yang ingin disampaikan dari buku ini inspirasi adat–budaya Bali sudah ada sejak zaman pra-sejarah yang kemudian menyebabkan tanah Bali memiliki vibrasi kesucian.
"Dari berbagai upacara adat–budaya (yadnya) yang dilakukan secara terus menerus oleh krama Bali sebagai salah satu cara mereka menekuni agamanya (Hindu) itu. Vibrasi itu kemudian membentuk generasi Bali yang suputra," ungkapnya, belum lama ini didampingi Prof Ketut Sumadi selaku penyanggah bedah buku di Denpasar.
Hal ini yang kemudian juga turut melahirkan generasi berbudi pekerti luhur, cerdas, bijaksana, dan membanggakan keluarga. Anak yang 'Suputra', menurutnya juga akan mengangkat harkat dan martabat orang tua.
"Sejak dulu, pelaksanaan yadnya dilakukan sebagai pemujaan, penghormatan, pengorbanan, pengabdian, perbuatan baik, kebajikan, pemberian, dan penyerahan dengan penuh kerelaan (tulus ikhlas) berupa apa yang mereka miliki demi kesejahteraan serta kesempurnaan hidup bersama untuk memuja kemaha-muliaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa," bebernya.
Ia menekankan bahwa buku ini hanya catatan seorang jurnalis untuk membedakannya dengan buku karya akademik atau buku-buku susastra agama lainnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5565 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3487 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2345 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan