Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Tari Rejang Pala Nongan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) hanya mengusulkan satu warisan budaya daerah untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada 2026.
Warisan budaya yang diajukan adalah Tari Rejang Pala dari Desa Nongan, Kecamatan Rendang. Tarian sakral tersebut dinilai memiliki keunikan, nilai filosofis, serta sejarah yang kuat dalam kehidupan masyarakat setempat.
Kepala Disbudpar Karangasem, I Putu Eddy Surya Artha, mengatakan keputusan mengusulkan satu WBTb tahun ini dilakukan setelah pihaknya melakukan pengecekan dan kajian mendalam.
“Untuk tahun ini, hanya ada satu warisan budaya yang kami usulkan yaitu Tari Rejang Pala,” kata Surya Artha, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, pengajuan satu warisan budaya bukan berarti Karangasem hanya memiliki satu warisan budaya yang berpotensi ditetapkan sebagai WBTb. Masih terdapat sejumlah warisan budaya lainnya yang akan diajukan secara bertahap.
“Sebenarnya masih banyak warisan budaya Karangasem yang belum masuk WBTb. Nanti akan kami usulkan secara bertahap tiap tahunnya,” ujarnya.
Rejang Pala dan Tradisi Usaba Pala
Tari Rejang Pala memiliki keterikatan erat dengan kehidupan religius dan agraris masyarakat Desa Nongan. Tarian tersebut diwariskan melalui Pura Balang Tamak dan menjadi bagian dari pelaksanaan Usaba Pala.
Usaba Pala merupakan ritual yang menjadi ungkapan syukur masyarakat atas hasil pertanian dan kelimpahan hasil bumi.
Salah satu keunikan Tari Rejang Pala terlihat dari hiasan kepala yang digunakan para penari. Berbagai hasil bumi seperti rambutan, salak, jeruk, boni, kepundung dan buah-buahan lainnya dirangkai menjadi gelungan.
Penggunaan hasil bumi sebagai hiasan kepala bukan sekadar ornamen. Buah-buahan tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat terhadap hasil alam sekaligus mengandung makna religius dan filosofis.
Tari Rejang Pala dibawakan secara berkelompok oleh perempuan dalam rangkaian upacara keagamaan. Tarian ini juga menjadi bagian dari Usaba Desa di Pura Pesamuhan Agung, termasuk dalam prosesi menyambut Ida Betara Dalem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5557 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3486 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2343 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan