Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Tari Rejang Pala Nongan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) hanya mengusulkan satu warisan budaya daerah untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada 2026.
Warisan budaya yang diajukan adalah Tari Rejang Pala dari Desa Nongan, Kecamatan Rendang. Tarian sakral tersebut dinilai memiliki keunikan, nilai filosofis, serta sejarah yang kuat dalam kehidupan masyarakat setempat.
Kepala Disbudpar Karangasem, I Putu Eddy Surya Artha, mengatakan keputusan mengusulkan satu WBTb tahun ini dilakukan setelah pihaknya melakukan pengecekan dan kajian mendalam.
“Untuk tahun ini, hanya ada satu warisan budaya yang kami usulkan yaitu Tari Rejang Pala,” kata Surya Artha, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, pengajuan satu warisan budaya bukan berarti Karangasem hanya memiliki satu warisan budaya yang berpotensi ditetapkan sebagai WBTb. Masih terdapat sejumlah warisan budaya lainnya yang akan diajukan secara bertahap.
“Sebenarnya masih banyak warisan budaya Karangasem yang belum masuk WBTb. Nanti akan kami usulkan secara bertahap tiap tahunnya,” ujarnya.
Rejang Pala dan Tradisi Usaba Pala
Tari Rejang Pala memiliki keterikatan erat dengan kehidupan religius dan agraris masyarakat Desa Nongan. Tarian tersebut diwariskan melalui Pura Balang Tamak dan menjadi bagian dari pelaksanaan Usaba Pala.
Usaba Pala merupakan ritual yang menjadi ungkapan syukur masyarakat atas hasil pertanian dan kelimpahan hasil bumi.
Salah satu keunikan Tari Rejang Pala terlihat dari hiasan kepala yang digunakan para penari. Berbagai hasil bumi seperti rambutan, salak, jeruk, boni, kepundung dan buah-buahan lainnya dirangkai menjadi gelungan.
Penggunaan hasil bumi sebagai hiasan kepala bukan sekadar ornamen. Buah-buahan tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat terhadap hasil alam sekaligus mengandung makna religius dan filosofis.
Tari Rejang Pala dibawakan secara berkelompok oleh perempuan dalam rangkaian upacara keagamaan. Tarian ini juga menjadi bagian dari Usaba Desa di Pura Pesamuhan Agung, termasuk dalam prosesi menyambut Ida Betara Dalem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 295 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 178 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan