Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Agar Akses Wisata Uluwatu Lancar, Badung Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Pecatu
bbn/dok Diskominfo Badung/Agar Akses Wisata Uluwatu Lancar, Badung Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Pecatu.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Badung mulai mematangkan rekayasa lalu lintas di kawasan Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, sebagai upaya jangka pendek mengurai kemacetan menuju destinasi wisata Uluwatu.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung pada Rabu (13/5/2026).
Selain membahas rekayasa arus kendaraan, rapat juga menindaklanjuti surat dari Universitas Udayana terkait permohonan pengalihan arus lalu lintas sementara serta pembongkaran PJU dan CCTV untuk pembangunan catus pata di Jalan Raya Kampus UNUD, Jimbaran.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Anak Agung Gede Rahmadi mengatakan rekayasa lalu lintas akan difokuskan pada enam titik rawan macet di kawasan Pecatu dan sekitarnya.
“Kita membahas rekayasa lalu lintas di Pecatu untuk memecah kemacetan di pertigaan Toyoning. Ada enam titik, mulai dari Nirmala ke selatan, Blimbing, Blimbing Sari, sampai Toyoning 1 dan Toyoning 2,” ujarnya.
Menurut Rahmadi, pola rekayasa dilakukan dengan mengurangi titik persilangan kendaraan yang selama ini menjadi penyebab antrean panjang di sejumlah persimpangan.
“Pada prinsipnya kita mengurangi pemotongan-pemotongan arus kendaraan. Karena selama ini kemacetan terjadi akibat crossing di persimpangan yang menimbulkan penundaan. Sekarang dibuat semacam melingkar sehingga arus kendaraan tetap bergerak,” jelasnya.
Dishub Badung menargetkan penerapan rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan pada 1 Juni 2026.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat mobilitas menuju kawasan selatan Badung yang selama ini identik dengan kepadatan kendaraan, khususnya saat musim kunjungan wisatawan.
Rahmadi menegaskan, kelancaran akses menuju destinasi wisata menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pariwisata Badung.
“Kalau menuju Pecatu atau Uluwatu terus macet, tentu menyita waktu dan membuat tidak nyaman. Sesuai arahan pimpinan, pariwisata harus berkualitas dan nyaman. Karena itu kemacetan harus kita urai agar membawa kenyamanan dan kemakmuran bagi masyarakat,” katanya.
Setelah kawasan Pecatu, rekayasa lalu lintas serupa juga direncanakan diterapkan di kawasan Canggu yang kini menghadapi persoalan kemacetan cukup tinggi.
“Nanti rencananya ke Canggu. Kita coba urai satu per satu secara bertahap. Ini program jangka pendek, sementara jangka panjangnya nanti ada pembukaan jalan baru,” ungkapnya.
Untuk mendukung penerapan rekayasa lalu lintas, Dishub Badung juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui pemerintah kecamatan, kepala lingkungan, hingga media sosial.
“Kita akan sampaikan kepada camat, kepala lingkungan, dibantu media sosial, dan juga secara formal bersurat ke masing-masing pimpinan wilayah,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5968 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2649 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2302 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan