Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Akhir dari Adu Mulut WNA India dengan Pemangku Pura Tirta Empul
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang pemangku di Pura Tirta Empul, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring terlibat adu mulut dengan seorang WNA India. Videonya viral di media sosial dan mendapatkan banyak tanggapan warganet.
Awalnya, WNA India tersebut ingin sembahyang di pura menggunakan pakem India. Namun, sesuai aturan dan tradisi di Pura Tirta Empul, setiap umat yang datang, wajib dipimpin oleh pemangku. Namun WNA India ini tidak mau. Ia ingin doa sendiri tanpa dipandu pemangku.
Hal ini menjadi perdebatan di antara keduanya. Selisih paham tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Polsek Tampaksiring agar tidak berbuntut panjang.
Kapolsek Tampaksiring, AKP Agus Ady Wijaya, membenarkan pihaknya telah menggali informasi terkait kejadian yang berlangsung Sabtu, 11 Mei 2024.
“Permasalahan yang dapat kami gali, bahwa wisman India mau sembahyang di dalam (mandala utama pura) tapi tidak boleh. Disini terjadi kesalahpahaman,“ ujar Agus Ady.
Baca juga:
Maskapai Indigo Perdana Mendarat di Bali, Bandara Ngurah Rai Kini Layani Dua Rute ke India
Dikatakan bahwa WNA India itu di negaranya punya kasta tertinggi, sehingga tidak masalah sembahyang di manapun. Namun aturan pura memang tidak sembarangan memperbolehkan orang sembahyang.
“Maka disini terjadi salah paham, hingga pemangku memanggil pecalang,” jelasnya.
Dikatakan lagi, bahwa persoalan ini tidak sampai panjang. Setelah diberikan pemahaman pelan-pelan, persoalan itu sudah selesai saat itu juga.
“Sudah selesai waktu itu, tidak diperpanjang,“ tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 336 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 266 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 214 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun