Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Alat Berat Terguling Timpa Truk Sampah di TPA Temesi, Begini Kondisi Sopirnya
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kecelakaan terjadi di areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi pada Sabtu (9/9/2023) pukul 11.00. Alat berat eskavator yang berada di gundukan sampah terjatuh lalu menimpa truk sampah Desa Siangan.
Kejadian bermula saat truk sampah yang dikemudikan oleh Ngakan Putu Jaya (51), asal Desa Siangan membuang sampah di TPA Temesi. Saat buang sampah, di dekat truk, terdapat eskavator yang bekerja mengeruk sampah.
Diduga, pijakan dari eskavator yang merupakan tumpukan sampah tak kuat menopang beban alat berat. Akibatnya, alat berat terjatuh. Kebetulan alat berat jatuh ke arah truk.
Kejadian tersebut menyebabkan bagian atap truk penyok dan kaca depannya pecah. Beruntung sopir yang mengendarai lolos dari maut. Termasuk operator alat berat yang ikut terjungkal juga selamat.
Kepala TPA Temesi, Bambang Suandi, membenarkan kejadian kecelakaan truk dan alat berat tersebut. “Sudah dievakuasi pakai eskavator lainnya. Truk ditarik dan escakator yang terguling diberdirikan lagi,” jelas dia, Senin (11/9/2023).
Dikatakannya, kejadian tersebut juga telah dilaporkan ke atasannya di Dinas Lingkungan Hidup. Juga telah mendapatkan perhatian dari aparat terkait. Kini, truk sudah kembali ke pangkalannya di Desa Siangan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 631 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 599 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 374 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 317 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun