Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Aljazair Ajukan Draf DK PBB Desak Israel Setop Serang Rafah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Aljazair mengusulkan draf resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang memerintahkan Israel untuk menyetop serangan militernya ke Rafah, Jalur Gaza.
Duta Besar Aljazair untuk PBB Amar Bendjama pada Selasa (28/5) mengatakan draf tersebut ditujukan untuk "menghentikan pembunuhan di Rafah" yang belakangan tengah digencarkan pasukan Zionis.
Berdasarkan teks yang dilihat Reuters, Aljazair mengusulkan agar DK PBB memerintahkan Israel menyetop segera serangan militer dan tindakan lain di Rafah. Aljazair juga meminta agar DK PBB mendesak Negeri Zionis dan kelompok Hamas Palestina melakukan gencatan senjata dan membebaskan sandera masing-masing.
Menurut sejumlah diplomat, DK PBB akan melakukan pemungutan suara mengenai draf usulan Aljazair dalam beberapa hari mendatang.
Sebuah resolusi baru bisa diadopsi jika didukung oleh setidaknya sembilan negara anggota DK PBB tanpa diveto anggota tetap. Anggota tetap DK PBB antara lain Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, dan China.
Sejauh ini, AS kerap menggunakan hak vetonya untuk melindungi Israel. Namun, Washington juga beberapa kali abstain sehingga memungkinkan DK PBB mengadopsi resolusi gencatan senjata segera di Gaza.
Langkah Aljazair ini sendiri dilakukan setelah Israel menyerang sebuah kamp pengungsi di Rafah pada Minggu (26/5) yang menewaskan 45 warga sipil Palestina.
Israel mengklaim serangan itu menargetkan kompleks Hamas. Dua pejabat senior Hamas diklaim tewas dalam serangan tersebut.
Kendati begitu, serangan udara itu pada kenyataannya menyebabkan kebakaran hebat pada tenda-tenda warga sipil yang mengungsi. Banyak anak-anak, perempuan, dan orang lanjut usia tewas akibat kebakaran tersebut.
Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Daniel Hagari mengatakan pihaknya "tak menduga" bahwa serangan itu mengakibatkan kebakaran hebat di kamp pengungsian warga sipil. Dia lantas menyebut serangan mereka merupakan ketidaksengajaan.
Agresi Israel di Jalur Gaza hingga kini telah menewaskan lebih dari 36 ribu warga Palestina. Mayoritas korban merupakan anak-anak dan perempuan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 336 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 266 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 214 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun