Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Anak-Anak Korban Kekerasan Diterapi Lumba-Lumba
Lovina
BERITABALI.COM, BULELENG.
Lumba-lumba selama ini dikenal sebagai hewan yang mempunyai sifat bersahabat dengan manusia. Di Buleleng Bali, 4 ekor lumba-lumba digunakan sebagai sarana untuk melakukan terapi bagi anak-anak penderita trauma korban kekerasan fisik maupun psikis.
Belasan anak-anak dari sebuah panti asuhan di Denpasar Bali, akhir pekan kemarin datang ke pusat terapi lumba-lumba di Lovina Buleleng untuk menjalani terapi menghilangkan trauma akibat kekerasan fisik, psikis, hingga pelecehan seksual.
Sebelum masuk ke kolam lumba-lumba, anak-anak ini diharuskan mengenakan jaket pelampung. Selain itu, mereka juga diberi petunjuk tentang cara berenang bersama lumba-lumba.
Setelah diberi pengarahan, anak-anak peserta terapi kemudian masuk ke kolam lumba-lumba untuk diterapi oleh 4 ekor lumba. Empat ekor lumba tersebut berjenis hidung botol, yang masing-masing bernama Jon, Jack, Gombloh, dan Ucil.
Di dalam kolam, anak-anak peserta terapi hanya berenang dengan cara terlentang. Lumba-lumba kemudian menterapi dengan berenang di sekeliling mereka sambil sesekali menyentuh bagian tubuh anak-anak ini.
“Perasaan saya sekarang lebih enak setelah ikut terapi ini. Sebelumnya saya stress dan juga trauma,” kata salah seorang peserta terapi, Luh Lisarianti.“Berdasarkan penelitian, berenang bersama lumba-lumba ini dapat menimbulkan perasaan bahagia sehingga mampu menghilangkan depresi atau perasaan cemas bagi peserta terapi.
Selain itu, suara ultra (ultra sound) dan gelombang sonar yang dipancarkan lumba-lumba dipercaya mampu memperbaiki sel-sel dalam tubuh untuk penyembuhan penyakit,” jelas Karl Guenther Meyer, pengelola terapi lumba.
Terapi dengan lumba-lumba untuk menghilangkan trauma ini dilakukan selama kurang lebih satu jam. Untuk biaya terapi, pengelola tidak mematok harga karena disesuaikan dengan kemampuan ekonomi peserta terapi. (dev)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5970 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2303 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan