Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Anak Tewas, Ibu Kritis Akibat Ledakan Petasan Maut
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Suara ledakan membuat gaduh warga Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Saat itu warga sedang salat tarawih di masjid, Kamis (15/04/2021).
Ternyata ledakan bersumber dari rumah Sukijan (60), warga setempat. Warga kemudian mendatangi rumah Sukijan yang terlihat gelap gulita, hanya ada api kecil menyala di dalam ruangan.
Saat dilihat, di dalam rumah Sukijan ada dua orang terkapar akibat luka bakar. Satu orang bernama Sainten (55), kemudian sang anak Joko Slamet (35).
Keduanya kemudian dilarikan ke RSUD Jombang menggunakan mobil pikap. Namun apes bagi Joko Slamet. Meski sudah mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya gagal diselamatkan.
"Joko meninggal di RSUD Jombang sekitar pukul 23.55 WIB. Sedangkan sang ibu yang bernama Sainten mengalami luka bakar," kata Kapolsek Kabuh AKP Rudi Darmawan, dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Jumat (16/4/2021).
Rudi menjelaskan, berdasarkan bukti di lapangan, ledakan tersebut berasal dari petasan atau mercon milik korban.
"Kami masih di lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Satu korban meninggal, satu lagi terluka dalam kejadian ini," kata Rudi.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2289 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1844 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1025 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun