Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Angin Puting Beliung Ngamuk di Songan
Kintamani
BERITABALI.COM, BANGLI.
Angin puting beliung melanda Desa Songan Kintamani. Akibatnya Pura Dadia Ratu Nengah Gunung Agung di Banjar Pengeragon, Desa Songan A luluh lantak.
Kerusakan terjadi pada Bale Pesamuhan (pertemuan) yang ada di Pura ini. Bale ini roboh dan seperangkat Gong yang disimpan tertimpa reruntuhan bangunan. Pihak pengempon memperkirakan krugian mencapai Rp 350 juta.
Kapolsek Kintamani AKP I Komang Agus Sudarsana, SE seijin Kapolres Bangli AKBP I Putu Mahasena, SH dikonfirmasi Minggu ( 12/10) membenarkan kejadian tersebut.
Menurut Sudarsana, warga Pengempon Pura Ratu Nengah Gunung Agung tidak menyangka datangnya terjangan angin puting beliung tersebut.
Tambah Agus Sudarsana, warga pengempon pura sebelum kejadian sedang melakukan Perbaikan Bale Gong. Gong kemudian dipindahkan ke Bale Paruman yang diterjang angina puting beliung.
“Warga baru mengetahu setelah bangunan paruman hancur dan rata dengan tanah. Kini pengempon pura sudah melakukan kegiatan bersih-bersih yakni memindahkan puing-puing bangunan yang roboh dan memindahkan seperangkat gong yang hancur.Kerugian diperkirakan sebesar Rp 350 juta,†jelas Agus Sudarsana. (bgs)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3860 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1941 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1697 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1559 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun