Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Artis Soraya Abdullah Meninggal Dunia karena Covid-19
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kabar duka datang dari artis Soraya Abdullah. Perempuan 42 tahun ini meninggal dunia karena Covid-19.
Kabar duka disampaikan oleh salah seorang sahabat dekat Soraya Abdullah, Pipik Dian Irawati alias Umi Pipik melalui Instagram.
"Innalillahi wa innailaihi rajiun. Selamat jalan sahabatku shaliha. Soraya abdullah. Allahummaghfirlaha warhamha wa 'afiha wa'fuanha," tulis Umi Pipik dengan emoticon menangis.
"Allah lebih mencintaimu wahai wanita surga. Aku meyakini dan bersaksi kamu orang baik dengan segala kekuranganmu dan aku merasa paling kehilanganmu. Minta doanya untuk sahabatku Soraya Abdullah ya dan maafkan segala salahnya," kata Umi Pipik menyambung.
Unggahan Umi Pipik pun membuat terkejut warganet. Kemudian, salah seorang akun @rimaidris149 bertanya kepada Umi Pipik mengenai penyakit yang diidap Soraya Abdullah. Umi Pipik menjawab, "Covid mbak."
Soraya Abdullah dikenal sebagai bintang iklan dan juga bintang sinetron. Sejak beberapa tahun, Soraya memilih berhijrah dan menutup tubuhnya dengan hijab.
Selama kariernya, ibu dua anak yang pernah digosipkan dengan Indra L Bruggman itu telah membintangi sejumlah sinetron seperti Gerhana, Tersanjung, Terpikat, Kerhormatan dll.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4388 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1621 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1485 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 972 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 906 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun