Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 14 Mei 2026
Asia Grassroots Forum 2025 di Bali Angkat Potensi UMKM ASEAN
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sektor akar rumput ASEAN kembali menjadi sorotan global. The 2025 Asia Grassroots Forum sukses digelar di Nusa Dua, Bali, dan menghadirkan lebih dari 700 peserta dari 15 negara, termasuk investor global, pembuat kebijakan, sektor swasta, hingga komunitas wirausaha ultra-mikro.
Forum ini bukan sekadar konferensi biasa. Forum ini menjadi pionir dalam membuka mata dunia akan potensi luar biasa yang dimiliki sektor ekonomi akar rumput, terutama UMKM di Asia Tenggara yang selama ini belum tergarap optimal.
UMKM mencakup 97% sektor swasta, menyerap hingga 85% tenaga kerja, dan menyumbang 45% PDB kawasan.
Namun, masih banyak kendala yang menghambat kemajuan mereka, seperti terbatasnya akses permodalan dan pasar. Untuk itu, kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci, seperti yang digaungkan Amartha dalam forum ini.
CEO Indonesia Standard Chartered, Donny Donosepoetro OBE, menegaskan pentingnya pembiayaan yang inklusif.
“Lewat kerja sama dengan Amartha dan MBK Ventura, kami membuktikan bahwa investasi di sektor mikro bisa berdampak besar bila dilakukan dengan pendekatan yang tepat," jelasnya.
Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, menambahkan bahwa forum ini berhasil mempertemukan institusi global yang kini percaya pada potensi akar rumput.
“Segmen ini punya daya tahan tinggi, apalagi bila ditopang dengan teknologi dan ekosistem yang inklusif," cetusnya.
Dukungan datang juga dari lembaga-lembaga seperti Accion, Women’s World Banking, dan Maj Invest.
"Mereka ikut membuktikan bahwa tata kelola dan transparansi seperti yang dimiliki Amartha adalah kunci membangun kepercayaan investor global," ujarnya.
Komisaris Utama Amartha, Rudiantara, menekankan bahwa di tengah gejolak ekonomi makro global, sektor mikro justru lebih stabil.
“Namun, menarik investor bukan hal mudah. Karena itu, penting bagi fintech seperti Amartha untuk menjalankan prinsip-prinsip GCG dan penyaluran pembiayaan yang bertanggung jawab," paparnya.
Selanjutnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Periode 2020-2024, Sandiaga Uno, yang juga bagian dari kepemimpinan forum ini, menyampaikan pentingnya mendorong entrepreneurial society agar perekonomian daerah menjadi lebih tangguh dan mandiri.
Forum ini juga membuka ruang diskusi strategis tentang regulasi, pembiayaan inklusif, teknologi dan AI, hingga peluang investasi di sektor akar rumput.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1275 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 989 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 819 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 743 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik