Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Badan Riset dan Inovasi Nasional Dikhawatirkan Bakal Bersifat Birokratis
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Badan Riset dan Inovasi Nasional, lembaga pecahan dari Kementerian Riset dan Teknologi, dikhawatirkan akan bersifat birokratis.
Apalagi badan ini terbentuk karena dorongan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
"Dilihat dari kultur birokrasi di Indonesia dalam satu model pelembagaan, yang apalagi dengan satu drive politik dan ideologi yang sangat sempit seperti itu dia akan berhenti pada birokratisasi nanti,” kata Anggota Streering Committe Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik Robertus Robet, Jumat (16/4/2021) dikutip dari Suara.com.
Robert mengatakan hal itu akan menghambat perizinan bagi peneliti asing yang ingin terlibat dalam ilmu pengetahuan di Tanah Air.
“Yang saya khawatirkan yang terjadi adalah semacam nasionalisme sempit dan birokratisasi dari dunia riset. Nah kalau itu yang terjadi kita celaka,” ujarnya.
Padahal, menurut Robert, dalam perkembangan ilmu pengetahuan, peneliti Indonesia tidak bisa begitu saja lepas dari peneliti asing.
“Kenapa, loh bagaimana kita mau maju, kalau kita nggak berani encountering itu dengan dunia luar, dengan penelitian-penelitian luar gitu lah. Yang itu akan terjadi dengan dalih nasionalisme yang sebenarnya nggak bisa juga, sebenarnya keliru itu,” ujar dia.
Sepeti pemberitaan beberapa waktu lalu, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan BRIN bakal berada di bawah Presiden.
Menurutnya, BRIN bakal menjadi sebuah infrastruktur yang sangat penting bagi percepatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia tidak mau apabila Indonesia kalah dengan Singapura dan Korea Selatan yang sudah maju lebih jauh karena risetnya yang sangat baik.
“Bagi PDI Perjuangan, dalam kerangka ideologis, BRIN inilah yang akan menjadi penopang agar Indonesia berdikari," ujarnya.
Hasto lantas bercerita ketika PDI Perjuangan mencalonkan Presiden Jokowi sebagai Presiden, Megawati bukan bicara soal bagi-bagi jabatan politik. Megawati menyampaikan pentingnya Indonesia memiliki Badan Riset dan Inovasi.
"Ibu Mega menegaskan perlu empat hal. Yaitu meneliti tentang ilmu pengetahuan teknologi berkaitan dengan manusianya, berkaitan floranya, berkaitan fauna, dan berkaitan dengan perkembangan teknologi itu sendiri. Jadi Ibu Mega tidak bicara tentang transaksional," tuturnya.
"Ibu Mega berbicara tentang kepentingan bangsa dan negara agar kita jalan berdikari perlu BRIN. Maka BRIN ini sangat penting di dalam membangun spirit kita, melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Hasto.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1020 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli