Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Bali Layak Jadi Pusat World Music
nusa dua
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Nusa Dua. Bali dinilai layak menjadi pusat pengembangan World Music. Alasannya hingga saat ini hanya Bali yang mampu mempertahankan keberadaan musik tradisional dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia maupun di dunia. Selain itu Bali juga selalu menjadi salah satu tempat pilihan bagi group band ataupun musisi dunia untuk pentas.
Direktur Lokaswara Franky Raden, menyatakan bermain musik bagi masyarakat Bali bukan sebagai sebuah kewajiban atau pekerjaan untuk mendapatkan uang, tetapi menjadi sebuah gaya hidup. Hal ini dibuktikan dengan berkembangnya musik tradisional secara lestari mulai dari tingkat kelompok seni, banjar serta desa.
“Latihan di banjar setiap hari, mau ada upacara agama mau tidak tetap latihan, itu menurut saya kekuatan luar biasa, artinya rohnya masih ada, masih hidup, kalau dia maestro itu kerjaan sambilan bisa saja , yang jadi masalah memang mungkin pemusik tradisi kita belum bisa hidup dari musik, ini kalau Bali sudah menjadi pasar dunia, saya harapkan benar-benar bisa hidup dari musik,” kata Franky Raden, di Nusa Dua (6/11/2013).
Franky Raden menegaskan pemerintah harus menyadari bahwa Bali memiliki musical cultur capital, sehingga sudah selayaknya pemerintah memberikan dukungan baik material dan moral. Sementara di daerah lainnya pelestarian musik terutama musik tradisional hanya ditampilkan untuk acara tertentu.(mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 538 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 394 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 394 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan