Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 24 Agustus 2026
Bali Masuki Musim Kemarau, Waspadai Cuaca Ekstrem
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sebagian besar wilayah Provinsi Bali mulai bersiap menghadapi musim peralihan dari hujan ke kemarau.
Berdasarkan prediksi dari Stasiun Klimatologi Bali, awal musim kemarau tahun ini akan dimulai pada bulan April, diawali dari wilayah utara, timur, dan selatan Bali.
Sementara itu, wilayah tengah Bali diperkirakan akan menyusul pada awal hingga pertengahan Mei 2025.
"Berbeda dari tahun lalu yang dipengaruhi El Nino dan menyebabkan curah hujan menyusut drastis, 2025 diprediksi sebagai tahun normal. Artinya, tidak ada pengaruh El Nino maupun La Nina, dan awal musim kemarau kali ini hampir sama dengan rerata 30 tahun terakhir," jelas Prakirawan Cuaca BMKG Denpasar, Ariantika, Selasa (15/4/2025), di Kuta, Badung.
Meskipun tergolong sebagai tahun normal, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Pasalnya, masa peralihan musim sering kali memunculkan cuaca ekstrem seperti hujan deras secara tiba-tiba, angin kencang, serta sambaran petir yang dapat membahayakan keselamatan.
Ariantika mengimbau agar masyarakat menghindari area terbuka seperti lapangan dan sawah saat terjadi hujan deras atau petir. Petani juga disarankan untuk memaksimalkan penggunaan air irigasi serta menyiapkan embung atau tampungan air sebagai antisipasi menghadapi musim kemarau.
Masyarakat dapat terus memantau perkembangan dan peringatan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG demi keselamatan bersama.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4640 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2447 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2094 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1703 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1136 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun