Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Banjir di Sao Paulo Brasil Tewaskan 40 Orang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Setidaknya 40 orang tewas dan puluhan orang hilang usai banjir dan longsor menghantam Sao Paulo, Brasil, sejak Minggu (19/2). Pemerintah Provinsi Sao Paulo menyatakan total meninggal akibat bencana itu mencapai 40 orang. Lebih rinci, 39 orang berasal dari Sao Sebastiao, dan satu anak perempuan di Kota Ubatuba.
Korban banjir dilaporkan akan terus meningkat, mengingat banyak korban tertimbun longsor. Salah satu warga di Sao Sebastiao, Vanessa Cristina Caetano, menjadi saksi saat banjir menyapu wilayahnya.
"Kami mendengar suara mengerikan pohon tumbang dan kaca-kaca pecah. Air menembus jendela kamar mandi, menghantam begitu saja," kata Caetano, seperti dikutip AFP, Selasa (21/2).
Beberapa menceritakan bagaimana seluruh keluarga berusaha menyelamatkan kerabat yang terperangkap, sementara yang lain menceritakan kehilangan rumah dan segala isinya.
"Saya tak tahu harus apa, saya kehilangan semuanya. Semuanya terkubur. Kami tak bisa menyelamatkan apa pun," ujar pekerja domestik, Patricia (31).
Namun, rasa bahagia masih tersisa di dirinya usai berhasil menyelamatkan anaknya yang berusia 9 tahun dan 15 tahun.
Banjir menghantam Sao Paulo pada akhir pekan lalu. Pihak berwenang mengatakan curah hujan di wilayah itu mencapai 600 milimeter dalam 24 jam.
Usai banjir, pemerintah mengerahkan tim darurat, tentara, polisi untuk melakukan pencarian dan penyelamatan korban. Mereka juga mengirim helikopter, pesawat dan kendaraan berat untuk membantu operasi itu.
Gubernur Sao Paulo Tarcisio de Freitas juga mendeklarasikan status darurat selama lima hari imbas banjir tersebut.
Tak hanya itu, Presiden Brasil Lula da Silva mengunjungi wilayah terdampak bencana pada Senin.
Dalam kunjungan itu, Lula bersumpah pemerintah akan mendukung upaya rekonstruksi. Ia juga menyerukan penghentian pembangunan di dataran rendah dan lereng yang rentan bencana.
"Ini penting agar orang-orang tak membangun lagi rumah-rumah di tempat semacam itu yang bisa membuat korban lebih banyak imbas banjir dan longsor," kata Lula.
Brasil kerap dilanda bencana yang berkaitan dengan cuaca dalam beberapa tahun terakhir. Para ahli menilai kemungkinan bencana tersebut bakal lebih parah karena perubahan iklim.
Pada 2022 lalu, banjir dan longsor juga menghantam Kota Petropolis. Imbas bencana ini, 230 orang meninggal.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2289 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1843 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1025 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun