Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Banjir Putus Akses Jalan, Puluhan KK Warga Datah Karangasem Terisolir
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Aliran banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem pada Kamis (6/4/2023) menyebabkan ruas jalan di Banjar Dinas Wates jebol.
Perbekel Desa Datah, I Gede Subrata dikonfirmasi mengatakan, jalan yang jebol akibat terjangan aliran banjir hujan tersebut merupakan ruas jalan kabupaten penghubung wilayah Teki menuju Panglega di Dusun Wates, Desa Datah.
"Di jalur itu bukan alur sungai, cuma karena hujan deras tiba-tiba terbentuk aliran banjir disana dan membuat jalan jebol," ujarnya.
Menurut Subrata, dari laporan Kepala Dusun yang ia terima, kurang lebih ada sekitat 40 Kepala Keluarga (KK) yang terisolir akibat jebolnya jalan tersebut. Di sisi lain tidak ada jalur lain yang bisa dilalui kendaraan untuk keluar dari wilayah tersebut.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Karangasem, I Putu Eka Putra Tirtana membenarkan kejadian tersebut. Hanya saja, karena situasi saat ini masih turun hujan lebat di lokasi sehingga personel BPBD Karangasem belum bisa merapat, kungkinan besok pagi baru bisa melalukan penanganan.
"Di TKP hujan deras, makanya kami belum bisa ke lokasi malam ini," kata Tirtana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4427 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2003 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1541 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 997 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 933 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun