Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
BBPOM Advokasi Program Pangan Aman di Karangasem
Libatkan Unsur Sekolah, Desa Hingga Pasar
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar menggelar Advokasi terpadu program desa pangan aman (GKPD) pangan jajanan yang dikonsumsi anak usia sekolah (PJAS) dan pasar aman berbasis komunitas di kabupaten karangasem, Jumat (22/4/2022)
Kegiatan yang berlangsung di aula SKB Jasri, Kelurahan Subagan, Karangasem tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BBPOM Denpasar, I Made Bagus Garametta dengan menghadirkan puluhan peserta yang berasal dari perwakilan sekolah, Desa dan pasar yang ada di Karangasem.
Menurut Garametta, kegiatan tersebut merupakan salah satu program keamanan pangan nasional yang terdiri dari tiga yaitu gerakan kemanan pangan Desa, pangan jajanan sekolah yang aman dan pasar aman berbasis komunitas.
"Tujuannya bagaimana kita untuk menghasilkan pangan yang aman bermanfaat dan bermutu," ujarnya.
Dari 3 program tersebut, yang pertama dilakukan adalah tahapan Advokasi, dilanjutkan dengan melatih kader dan ke sekolah, tujuannya adalah pengawasan berbasis komunitas. Dengan melatih komunitas ini harapannya agar dalam pengawasan kedepannya tidak selalu dilakukan oleh badan POM, melainkan biaa langsung dilaksanakan oleh komunitas baik di pasar, desa maupun di sekolah.
"Harapan kita agar pengetahuan sikap dan perilaku bisa berubah sehingga mereka mengetahui bagaimana memilih pangan yang aman, bermanfaat dan bermutu," jelasnya.
Selain itu, dengan adanya pelatihan berbasis komunitas ini juga dibekali pengetahuan tentang bagaimana cara mengetahui adanya pangan yang berpotensi mengandung zat berbahaya.
Komunitas juga akan dilatih menggunakan alat tes agar nantinya bisa secara langsung mencari sample di pasar, di desa maupun jajanan anak sekolah.
Sementara itu, untuk menghindari pangan dengan zat berbahaya, Metta mengingatkan agar dalam memilih pangan lebih memperhatikan, misalnya warna hingga tekstur makanan. Jika memungkinkan hindari warna makanan yang sangat mencolok serta memperhatikan kemasannya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4301 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1459 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 951 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 886 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 775 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun