Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Bidik 2 Emas di PON, Pertina Bali Bakal Boyong 6 Petinju ke Uzbekistan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pertina Bali membidik dua emas dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 di Aceh dan Sumatera Utara pada 8-20 September 2024. Untuk itu, sebanyak 6 petinju Bali akan diboyong ke Uzbekistan pada April-Mei mendatang untuk menjalani Training Camp (TC).
Hal ini diungkapkan Ketua Pertina Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah usai memberikan bonus bagi 12 atlet yang lolos kualifikasi Pra PON tahun lalu pada Selasa (19/3/2024).
Baca juga:
Pertina Bali Evaluasi Pra PON I, De Gadjah Ungkap Strategi Agar Lebih Maksimal di Pra PON II
Dikatakannya, selain latihan rutin tiap hari kecuali Minggu dan pemberian nutrisi tambahan sebagai pelengkap, pihaknya juga bakal menambah jam terbang petinju Bali lewat TC di Uzbekistan. Dengan anggaran swadaya dan didukung sponsor ini, TC di Uzbekistan ini akan memberi motivasi atlet meraih prestasi di PON mendatang.

"Kami berangkatkan 6 petinju saja, tidak semuanya. Sebelum berangkat akan dilakukan uji coba events pertandingan mini di Denpasar, mengundang atlet tinju luar Bali. Tidak semua atlet tinju ke Uzbekistan, nanti akan diseleksi yang potensial (6 orang)," beber De Gadjah yang juga Ketua DPD Gerindra itu.
Tidak main-main, dipilihnya Uzbekistan untuk TC lantaran negara tersebut dikenal sebagai gudangnya atlet tinju amatir dunia. Namun sebelumnya, Pertina Bali juga menggelar try in yang mengundang sejumlah petinju nasional sparring di Pulau Dewata.
Menurutnyam saat ini, tinju di Bali sudah mengalami perkembangan, terbukti banyak event-event yang digelar dari anak-anak SMA hingga masyarakat umum. Bahkan, kata dia, ada orang tua yang datang untuk mendaftarkan anak-anaknya belajar tinju.
"Kita sering lakukan fight, apalagi anak SMA sekarang banyak mengadakan fight. Nah, sekarang juga banyak yang belajar tinju, dulu tinju dianggap menyeramkan, tapi sekarang sudah jadi life style dan untuk jaga diri," ujarnya.
Sementara, salah satu atlet petinju Bali, Cakti Dwi Putra mengaku cukup optimistis dengan PON di Aceh dan Sumut mendatang. Terlebih dengan adanya TC di Uzbekistan akan mampu meningkatkan jam terbang, memperbaiki kesalahan-kesalahan dan ilmu baru didapat.
"Jadi kita ke sana tujuannya untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, meningkatkan jam terbang, dan membawa ilmu baru," pungkas petinju yang bermain di kategori kelas 75 kg ini.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5432 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3449 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2292 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1088 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan