Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Biksu di Myanmar Desak Junta Militer Akhiri Kekerasan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kelompok biksu Budha paling kuat di Myanmar, Sangha Maha Nayaka (Mahana) meminta junta militer untuk menghentikan kekerasan terhadap para demonstran.
Menyadur Asian News Rabu (17/03) mereka menyebut militer sebagai 'minoritas bersenjata' yang menyiksa orang tak bersalah.
Mahana sedang mempersiapkan pernyataan resmi yang mengutuk kekerasan terhadap para demonstran. Mereka mengeluarkan pernyataan setelah bertemu dengan menteri urusan agama.
Kecaman atas kekerasan dan pembunuhan adalah sikap resmi terberat yang diambil oleh biksu Budha terkait kudeta.
Pada tahun 2007, aksi serupa juga pernah dilakukan oleh para biksu dalam gerakan yang disebut dengan 'Revolusi Saffron'. Mereka melawan junta militer dan menarik perhatian dunia hingga membuka jalan bagi reformasi demokrasi.
Setelah itu, junta mengubah semua otoritas di negara itu dan Mahana berusaha membimbing para biksu untuk menghindari masalah politik. Hal ini juga yang membuat sikap biksu pada hari ini sangat penting.
Seorang anggota yang hadir dalam pertemuan Mahana mengatakan para biksu akan menghentikan semua aktivitas mereka di kuil dan sekolah Budha.
Menurut data tahun 2016, Mahana membawahi hampir 600.000 biksu dan biksuni, sekitar setengahnya adalah samanera. Sedangkan agama Budha dipraktikkan oleh 90% populasi Burma.
Sejauh ini biksu berpartisipasi dalam demonstrasi di berbagai kota seperti Mandalay, Yangon, Pegu dan Pakokku. Dalam aksi itu mereka hanya menuntut perdamaian dan berusaha tak mencampuri urusan politik.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 475 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 383 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 316 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan