Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Blangko Habis, KK SIAK Tersendat
Negara
Senin, 10 Agustus 2009,
18:53 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ketiadaan blangko Kartu Keluarga (KK) SIAK rupanya menjadi sandungan bagi Pemkab Jembrana untuk menuntaskan program peralihan dari KK SIMDUK menjadi KK SIAK pada bulan Agustus ini. Ketiadaan blangko ini juga dikeluhkan sejumlah warga Jembrana.
Dari informasi yang dihimpun, sejatinya peralihan KK SIMDUK menjadi KK SIAK hanya membutuhkan waktu 3 hari saja, namun kenyataannya masyarakat membutuhkan waktu hingga 2 minggu untuk memperoleh KK SIAK.
Usut punya usut, ternyata hal tersebut diakibatkan karena stok blangko sudah habis. Salah seorang warga Kelurahan Loloan Timur, Jembrana mengatakan kalau dirinya sudah seminggu lebih bolak balik mengurus KK SIAK sampai harus meninggalkan pekerjaannya.
-uSaya sampai bolak balik mengurus tapi tidak dilayani juga. Ternyata setelah diusut katanya blangkonya kosong. Kenapa tidak sejak awal saya dikasi tahu sehingga tidak sampai minta ijin berkali-kali hanya untuk mengurus KK baru,- katanya seraya meminta agar namanya tidak dionlinekan, Senin (10/8).
Perempuan bertubuh tambun ini meminta agar Pemkab Jembrana harus menyeimbangkan antara program dengan pelayanan maksimal pada semua tingkatan.
Sementara itu Kadis Dafduk, Nakertrans dan Capil, IGP Sudhiarsa, ketika dikonfirmasi Senin (10/8) mengakui kalau memang ada kendala dalam pengadaan blangko KK SIAK tersebut.
-uMemang ada keterbatasan dengan toleransi kesalahan dalam pengisian blangko maksimal 10 persen saja,- kata Sudhiarsa. Namun, imbuh Sudhiarsa, jika ada kecamatan yang kekurangan blangko, pihaknya akan segera mendistribusikannya sesuai dengan kebutuhan. -uKami akan segera distribusikan sesuai kebutuhan. Jangan sampai stok di kabupaten malah kurang di kecamatan banyak kesalahan. Kalau hal itu terjadi, dampaknya kepada semua kecamatan,- jelasnya.
Selain kekosongan blangko, Sudhiarsa juga mengaku kalau ada kendala teknis lainnya. -uKadang mesinnya rusak sehingga harus diperbaiki dulu,- kilahnya. (dey)
Dari informasi yang dihimpun, sejatinya peralihan KK SIMDUK menjadi KK SIAK hanya membutuhkan waktu 3 hari saja, namun kenyataannya masyarakat membutuhkan waktu hingga 2 minggu untuk memperoleh KK SIAK.
Usut punya usut, ternyata hal tersebut diakibatkan karena stok blangko sudah habis. Salah seorang warga Kelurahan Loloan Timur, Jembrana mengatakan kalau dirinya sudah seminggu lebih bolak balik mengurus KK SIAK sampai harus meninggalkan pekerjaannya.
-uSaya sampai bolak balik mengurus tapi tidak dilayani juga. Ternyata setelah diusut katanya blangkonya kosong. Kenapa tidak sejak awal saya dikasi tahu sehingga tidak sampai minta ijin berkali-kali hanya untuk mengurus KK baru,- katanya seraya meminta agar namanya tidak dionlinekan, Senin (10/8).
Perempuan bertubuh tambun ini meminta agar Pemkab Jembrana harus menyeimbangkan antara program dengan pelayanan maksimal pada semua tingkatan.
Sementara itu Kadis Dafduk, Nakertrans dan Capil, IGP Sudhiarsa, ketika dikonfirmasi Senin (10/8) mengakui kalau memang ada kendala dalam pengadaan blangko KK SIAK tersebut.
-uMemang ada keterbatasan dengan toleransi kesalahan dalam pengisian blangko maksimal 10 persen saja,- kata Sudhiarsa. Namun, imbuh Sudhiarsa, jika ada kecamatan yang kekurangan blangko, pihaknya akan segera mendistribusikannya sesuai dengan kebutuhan. -uKami akan segera distribusikan sesuai kebutuhan. Jangan sampai stok di kabupaten malah kurang di kecamatan banyak kesalahan. Kalau hal itu terjadi, dampaknya kepada semua kecamatan,- jelasnya.
Selain kekosongan blangko, Sudhiarsa juga mengaku kalau ada kendala teknis lainnya. -uKadang mesinnya rusak sehingga harus diperbaiki dulu,- kilahnya. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5964 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4663 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2649 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2300 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026