Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 26 Mei 2026
BMKG: 1.290 Gempa Bumi Guncang Jawa Barat Selama 2022
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung mencatat sebanyak 1.290 gempa bumi terjadi di Jawa Barat selama periode 2022. Dari peta distribusi episenter gempa periode tersebut, 540 kejadian gempa terjadi di laut dan tersebar di selatan Pulau Jawa.
"Sebagian akibat dari aktivitas sesar aktif dasar laut dan 47 kejadian gempa bumi lainnya juga terjadi di laut, namun diakibatkan oleh adanya subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia," kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kota Bandung Teguh Rahayu dalam keterangan tertulis, Minggu (1/1).
Sedangkan, 640 gempa terjadi di darat dengan kedalaman dangkal sebagai aktivitas sesar lokal dan 63 gempa lainnya terjadi juga di darat namun diakibatkan adanya aktivitas dalam lempeng tektonik Indo-Australia.
Rahayu menjelaskan, kejadian gempa terjadi dengan kedalaman yang bervariasi pada rentang 1 hingga 370 km dengan rincian 1180 kejadian gempa dangkal (<60 km), 109 kejadian gempa menengah (60-300 Km) dan 1 kejadian gempa dalam (>300 Km).
Sedangkan, untuk magnitudo gempa terbesar yang tercatat adalah 6,4 dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah 1.0. Sepanjang periode 2022, terdapat seratus enam kali gempa yang dirasakan yang di antaranya terdapat empat gempa merusak.
Berikut kejadian gempa merusak yang terjadi di wilayah Jawa Barat dalam periode 2022:
1. Gempa Sukabumi-Bayah pada 9 Oktober 2022 dengan M5,5 dan kedalaman 12 Km.
2. Gempa Cianjur pada 21 November 2022 dengan M5,6 dan kedalaman 11 Km.
3. Gempa Garut-Tasik pada 3 Desember 2022 dengan M6,4 dan kedalaman 118 Km.
4. Gempa Sukabumi pada 8 Desember 2022 dengan M5,8 dan kedalaman 104 Km.
BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Serta menghindari bangunan-bangunan retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2169 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2018 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1495 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1383 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli