Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
BNNK Petakan 2 Desa di Nusa Penida Kawasan Bahaya Narkoba
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Klungkung mewanti-wanti warga Klungkung untuk tidak melakukan penyalahgunaan narkoba. Hal ini disuarakan secara terus menerus, mengingat kasus narkoba dari tahun ke tahun terus terjadi.
[pilihan-redaksi]
Seperti halnya yang terjadi di 3 Desa Kecamatan Nusa Penida yang dipetakan sebagai kawasan rawan narkoba oleh BNNK Klungkung sejak tahun 2017 sampai 2018.
“Tahun 2017 Desa Batu Nunggul di Kecamatan Nusa Penida kami catat ada 1 kasus dan 1 pengguna narkoba, kemudian penyalahgunaan narkoba di tahun 2018 meningkat di Pulau Nusa Penida seperti yang terjadi di Desa Jungut Batu dengan 1 kasus, 2 pengguna, dan 1 pengedar hingga berlanjut di Desa Lembongan dengan 1 kasus, 4 pengguna, serta 1 pengedar,” jelas Kepala BNNK Klungkung, AKBP Dewa Made Alit A.SIK, MH, Selasa (12/11) menindaklanjuti hasil pertemuan pada, Kamis (7/11) di Kantor BNNK Klungkung.
Dari data kasus, pengguna, dan pengedar di tahun 2017 sampai 2018 lalu, maka ketiga Desa di Kecamatan Nusa Penida diberikan kode kawasan rawan bahaya dan waspada narkoba.
Secara rinci, kawasan rawan waspada narkoba berada di Desa Batu Nunggul, sedangkan dua desa yakni di Desa Jungut Batu dan Lembongan dipetakan sebagai kawasan rawan bahaya narkoba.
Reporter: bbn/klk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3124 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2116 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2062 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun