Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Bocah Sepuluh Tahun Tewas di Atas Perahu
Sangsit
BERITABALI.COM, BULELENG.
bocah tewasBermaksud untuk mengobati anaknya, sepasang suami istri membawa anaknya dari Madura ke Bali dengan perahu. Namun malangm bocah sepuluh tahun tersebut akhirnya tewas di atas perahu, dalam perjalanan menuju Bali.
Musibah yang menimpa pasangan suami istri Baharif (50)dan Subainah (47), warga Kampung Kota Sepeken Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur tersebut terjadi Jumat (13/3) dinihari.
Saat dalam perjalanan di tengah laut menggunakan perahu layar motor, (PLM) Hidup Jaya, anaknya, Ridho Radiah (10) meninggal dunia.
” Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya penemuan mayat di pelabuhan, kita langsung mendatangi Pelabuhan Rakyat Sangsit. Berdasarkan hasil pemeriksaan, anak pasutri dari Madura tersebut diketahui tewas akibat sakit,” ungkap Kapolsek Sawan, AKP. Nyoman
Supardi MP.
Kapolsek Sawan, AKP Supardi MP yang didampingi Kanit Reskrim Putu Hartawan mengungkapkan, kedatangan pasutri Baharif dan Subainah ke Bali untuk melakukan pengobatan kepada anaknya Ridho Radiah yang telah mengalami sakit selama satu setengah bulan.
“ Hal itu dilakukan kedua orang tua korban setelah mendapatkan wangsit dari orang pintar anaknya akan sembuh jika diobati di Bali,” paparnya.
Namun sayang, setelah menuruti petunjuk orang pintar itu, Ridho Radiah Malah menghembuskan nafas terakhirnya saat dalam perjalanan menuju Pelabuhan Rakyat Sangsit.
Usai divisum di Rumah Sakit Buleleng, jenasah bocah malang ini dibawa kembali ke Pulau Madura.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 553 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 552 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 371 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 316 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun