Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
BPOM Sebut Izin Penggunaan Darurat Vaksin Merah Putih Diberikan Awal Tahun 2022
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan menargetkan penelitian vaksin Covid-19 Merah Putih buatan Indonesia untuk mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) pada 2022.
Setelah EUA itu didapat, vaksin selanjutnya dapat diproduksi massal untuk masyarakat Indonesia.
Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, EUA kemungkinan akan lebih dulu dikeluarkan untuk vaksin Merah Putih yang diteliti oleh Lembaga Biomolekuler Eijkman bersama Biofarma.
"Vaksin protein rekombinan antara lembaga Eijkman dan Biofarma harapannya adalah pada akhir semester 1 2022, Emergency Use Authorization bisa diberikan. Artinya uji klinis sudah dilakukan, harapannya pada semester kedua dari 2022 sudah bisa diproduksi," kata Penny dalam konferensi pers virtual, Jumat (16/4/2021) dikutip dari Suara.com.
Ia menyampaikan bahwa akan ada dua vaksin Merah Putih yang dibuat menggunakan platform berbeda. Selain vaksin dengan bahan protein rekombinan yang dibuat Eijkman, satu lainnya merupakan vaksin yang diteliti oleh Universitas Airlangga (Unair) bermitra dengan PT Biotis yang menggunakan platform inactivated virus.
Penny mengatakan, uji klinik Unair ditargetkan selesai pada akhir 2021. Sehingga pada awal 2022 juga bisa diproduksi secaa massal.
"Badan POM juga sedang mendampingi PT Biotis untuk bisa memenuhi good manufacturing practis dan bisa dipenuhi beberapa bulan ke depan. Diharapkan bisa dipenuhi dalam beberapa bulan ke depan, pada awal tahun 2022 kita sudah bisa memproduksi vaksin merah putih," ucapnya.
Terkait dengan produksi massal tersebut, Direktur Utama PT Biofarma Honesti Basyir mengatakan pihaknya sudah menyiapkan berbagai macam fasilitas mulai dari pengembangan untuk uji klinis hingga masa produksi. Tetapi, jika fasilitas kurang memadai, Biofarma akan turut menggandeng industri farmasi swasta untuk turut bekerja sama memproduksi vaksin Merah Putih.
"Kita akan bekerja sama dengan beberapa industri farmasi swasta. Kita sudah melakukan seleksi dan berdiskusi juga dengan beberapa industrim. Dari industri mereka ada yang bisa cepat di upgrade untuk bisa membantu memproduksi vaksin merah putih. Jadi intinya harus ada kolaborasi antara BUMN dan pihak swasta untuk produksi," ucapnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1020 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli