Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
BTDC Minta Jaminan
Nusa Dua
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pengelola Kawasan Wisata Nusa Dua (BTDC) meminta pemerintah Kabupaten Badung memberikan jaminan bahwa proyek pengerukan pasir di Pantai Geger tidak membawa dampak abrasi bagi kawasan wisata Nusa Dua. Mengingat lokasi pengerukan pasir dengan kawasan Nusa Dua sangat berdekatan. Apalagi sebagai besar hotel-hotel di Kawsan Nusa Dua berlokasi di pinggir pantai.
Direktur Utama BTDC, I Made Mandra pada keteranganya di Nusa Dua Pada Rabu (10/9) mengatakan pemerintah kabupaten Badung harus meninjau ulang rencana pengerukan pasir Pantai Geger terutama dari segi dampak lingkungan. Mandra mengingatkan agar jangan sampai pengerukan Pantai Geger memperparah abrasi di kawasan wisata Nusa Dua.
“Yang paling penting adalah ada keseimbangan, di Nusa Dua ada hotel yang mengalami abrasi cukup parah dan itu perlu di perhatikan dan kalau dikeruk lagi dikhawatirkan akan bertambah parah abrasinya†Ujar I Made Mandra.
Sebelumnya Wahana lingkungan hidup Indonesia (Walhi) daerah Bali juga meminta adanya pengkajian ulang terhadap Amdal dari proyek pengerukan pasir pantai Geger. Mengingat Amdal proyek pengerukan pasir pantai Geger yang bertujuan untuk menyelamatkan pantai Kuta dari abrasi telah kadulawarsa. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3046 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2081 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2044 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun