Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Budidaya Jamur Tiram, Petani Muda Berdayakan Perempuan
BERITABALI.COM, NTB.
Dianawati, perempuan muda asal Desa Joben, Kabupaten Lombok Timur, sukses membangkitkan Usaha Mikro Kecil (UMK) dan mengajak para perempuan di Desanya untuk bangkit menghasilkan omzet jutaan rupiah per bulan.
Melalui budidaya jamur tiram dengan memanfaatkan lahan pekarangan, kemudian menjadi berbagai macam olahan. Jika kebanyakan perempuan masa kini lebih memilih untuk mengutamakan fashion dan berbagai asesoris terbaru, maka tidak bagi Dianawati yang justru lebih memilih menjadi petani jamur tiram.
Berbekal pengetahuannya tentang ilmu pertanian sejak duduk di bangku kuliah, Dianawati ia sukses mengajak para perempuan di desanya melalui kelompok wanita tani.
"Alhamdulillah usaha ini cukup diminati banyak orang dan kita bisa memberdayakan perempuan setempat melalui kelompok wanita tani disini," kata Dianawati, Rabu (18/8).
Berkat kerja keras, ilmu yang dimiliki dari kuliah dan dukungan kedua orang tuanya, kini budidaya jamurnya sudah memiliki banyak pembeli. Pesanan jamur tiram juga telah tersebar di Kabupaten Lombok Timur.
Pembeli jamur tiram, kata Dianawati, beraneka ragam, ada yang mengolahnya menjadi berbagai macam olahan dan ada juga yang membeli baglok atau benih jamur untuk dibudidaya di rumah mereka.
“Biasanya mereka membeli dari 10 sampai 1.000 baglog untuk dibudidaya," ujarnya.
Setiap hari Dianawati bersama rekan perempuannya memanen jamur tiram dari 3-10 kilogram, tergantung cuaca, karena tingkat pertumbuhan jamur akan cukup berpengaruh ketika cuacanya bagus.
Untuk pembeli yang memesan jamur tiram sebagai olahan, Dianawati tidak segan memberikan dengan harga murah, karena ia tahu penduduk di sekitarnya merupakan warga yang ekonominya menengah kebawah.
Perempuan berparas cantik ini ingin usahanya itu tidak hanya memiliki nilai ekonomis secara personal saja, namun bisa berdampak terhadap ekonomi masyarakat di Desanya yang mayoritas sebagai petani dan peternak.
"Di sini itu kebanyakan jadi petani dan peternak di mana penghasilan mereka tidak menentu, jadi saya berharap usaha ini dapat membantu ekonomi warga juga," ucapnya.
Kualitas bibit yang tidak mudah rusak, dengan jamur yang cukup segar membuat usahanya banyak diminati. Tak heran jika banyak pembeli yang mengaku ketagihan menikmati jamur tiram milik Dianawati.
"Jamur tiram dari Dianawati ini segar-segar dan kalau kita masak itu terasa enak, makanya kita sering ke sini," ungkap Liana, salah satu pembeli jamur tiram.
Diakui Liana, banyak pembudidaya jamur tiram di daerahnya, namun tidak sama dengan yang dikelola oleh Dianawati, sebab selain harganya yang lebih murah, jamur yang dihasilkan juga lumayan bagus.
Selain itu, di sini untuk satu buah baglog Rp 3.500, sementara jika dibandingkan di tempat lain, harganya bisa sampai Rp4.000 hingga Rp5.000 per baglog.
"Saya mengetahui lokasi ini dari media sosial dan dari teman juga karena biasa teman-teman perempuan di sini banyak yang juga memasarkan jamur tiram milik Dianawati," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6022 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2351 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan