Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Bukan Belasan, Ternyata Ratusan Warga Sempat Konsumsi Lawar Merah di Lokasi Pernikahan
Dugaan Meningitis
beritabali/ist/Bukan Belasan, Ternyata Ratusan Warga Sempat Konsumsi Lawar Merah di Lokasi Pernikahan.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem memantau perkembangan kondisi kesehatan ratusan warga yang sebelummya diketahui ikut menyantap olahan lawar merah saat berlangsungnya upacara pernikahan warga di Desa Bebandem, Karangasem.
Kondisi kesehatan ratusan warga ini menjadi perhatian Dinas Kesehatan menyusul adanya dugaan belasan warga Banjar Dinas Kreteg, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem terpapar meningitis usai menyantap olahan lawar yang terbuat dari darah babi mentah di lokasi upacara tersebut pada 10 Mei 2024 lalu.
"Untuk hasil pemeriksaan terhadap warga yang sedang dirawat di RS belum kita terima. Saat ini kita juga memantau perkembangan kondisi kesehatan warga lainnya yang juga sempat ikut menyantap olahan daging babi saat upacara perkawinan berlangsung," kata Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Guti Bagus Putra Pertama dikonfirmasi, Kamis (23/5/2024).
Seperti diungkapkan sebelumnya oleh Kepala Wilayah Bajar Dinas Kreteg, I Kadek Budiarta. Disamping belasan warga yang kini mengalami keluhan kesehatan, juga ada ratusan warga lain pada saat upacara pernikahan berlangsung ikut megibung (makan bersama) menyantap olahan lawar merah yang sama dengan belasan warga yang kini sedang sakit itu.
"Saat upacara juga melibatkan dadia. Untuk jumlah warga dadia sekitar 100 KK, jadi kemungkinan ada ratusan orang yang juga waktu itu megibung menyantap olahan yang sama, termasuk saya juga," ujar Budiasa.
Budiarta sendiri juga mengaku sempat tidak enak badan beberapa hari yang lalu, namun syukurnya setelah mengkonsumsi vitamin dan obat kondisinya kini berangsur pulih. Sejauh ini pihaknya juga belum mendapatkan informasi apakah ada tambahan lagi warga yang mengalami keluhan kesehatan seperti itu.
"Sementara tidak ada penambahan, masih sama seperti kemarin," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, dari belasan warga Banjar Dinas Kreteg yang mengalami keluhan kesehatan, 7 warga harus dirawat di rumah sakit, bahkan 2 diantaranya telah dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah (Sanglah).
Beberapa keluhan yang dialami, seperti demam, pusing, nyeri sendi, kaku bagian leher hingga penurunan kesadaran. Dengan melihat keluhan tersebut, Dinas Kesehatan mengakui memang kuat mengarah ke meningitis telebih seluruhnya memiliki riwayat yang sama yaitu mengonsumsi olahan daging babi yang belum matang.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2290 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1845 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1025 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun