Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Bupati Tamba Rencana Gelar Pengabenan Kusa Pranawa untuk Manusia Purba
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Keberadaan kerangka manusia purba di Museum Purbakala Gilimanuk menjadi perhatian Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Manusia purba dianggap sebagai leluhur masyarakat Jembrana, menurutnya perlu dilakukan upacara pengabenan.
Oleh karena itu, Bupati Tamba bersama Majelis Alit dan seluruh Bendesa Adat se-Kecamatan Melaya melaksanakan rapat pembahasan mengenai upacara pengabenan untuk manusia purba, Rabu (17/1) bertempat di Rumah Makan Padasuka, Desa Candikusuma.
Disepakati, upacara pengabenan yang dilakukan adalah Kusa Pranawa yaitu upacara pengabenan dengan menggunakan sarana pengawak daun alang-alang yang merupakan simbolis badan manusia.
Kusa Pranawa sendiri umumnya dilaksanakan oleh Umat Hindu untuk prosesi pengabenan bagi jenazah yang telah dikubur atau karena hanyut maupun jenazah yang tidak ditemukan. Dalam hal ini, karena kerangka manusia purba sangat penting dalam arkeologi, maka dilakukan ngaben Kusa Pranawa tersebut.
Bupati Tamba mengungkapkan upacara ngaben Kusa Pranawa akan dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2024 mendatang. Ini, kata Bupati Tamba sebagai wujud penyucian terhadap manusia purba sebagai leluhur masyarakat Jembrana.
"Kita tahu di Gilimanuk ada museum manusia purba, karena ini adalah manusia, saya bersama para Bendesa mengadakan paruman, ngerombo untuk bagaimana caranya kita melakukan pengabenan Kusa Pranawa yang sudah kita tentukan pada tanggal 1 Februari 2024," ucapnya.
Selain itu, menurutnya pengabenan terhadap manusia purba juga untuk menjaga kebersihan kabupaten Jembrana secara niskala. Bupati Tamba juga mengajak krama desa adat yang masih memiliki keluarga yang telah diaben dan belum disucikan untuk bisa mengikuti rangkaian upacara Yadnya ini secara gratis.
"Krama desa adat se-Kecamatan Melaya juga bisa mengikuti upacara ini tanpa dipungut biaya sama sekali," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5971 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2303 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan