Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
Cerita Lubdaka Sarana Introspeksi Diri
Selasa, 16 Oktober 2018,
09:38 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Cerita perenungan dosa yang dilakukan Lubdaka bukanlah sebuah kisah yang lama-kelamaan hanya menjadi pengantar dongeng atau sebatas untuk menyadarkan saat momen Siwaratri saja. Cerita ini sebagai sarana introspeksi diri dan mengingat bahwa siapa kita sebenarnya dan bagaimana kita harus berucap, berpikir, dan berperilaku.
[pilihan-redaksi]
"Cerita ini kami suguhkan sebagai unsur mulat sarira atau introspeksi diri," ungkap I Gede Tilem Pastika sebagai sutradara garapan Komunitas Seni Institut Hindu Dharma Negeri dalam Gelar Seni Akhir Pekan Bali Mandara Nawanatya (14/10)
"Cerita ini kami suguhkan sebagai unsur mulat sarira atau introspeksi diri," ungkap I Gede Tilem Pastika sebagai sutradara garapan Komunitas Seni Institut Hindu Dharma Negeri dalam Gelar Seni Akhir Pekan Bali Mandara Nawanatya (14/10)
Cerita tentang Lubdaka memang erat kaitannya dengan hari raya Siwaratri yang mengisahkan pentaubatan dari Lubdaka yang notabene adalah seorang pemburu. "Kami ingin menyajikan sebuah garapan yang tidak melupakan jati diri kami sebagai kampus yang mempelajari ilmu agama tanpa melupakan unsur seni," terang Tilem yang juga berprofesi sebagai dosen di IHDN Denpasar.
Garapan ini pun mengikutsertakan berbagai UKM (Unik Kegiatan Mahasiswa) di IHDN Denpasar, diantaranya UKM tari, tabuh, pesantian, yoga, dan drama. Tampil di Hari Minggu (14/10) di Kalangan Madya Mandala Taman Budaya, Denpasar membuat penonton yang hadir berdecak kagum. Sebab, tak sedikit pesan yang terdapat dalam garapan ini. Dimulai dari penuturan Dewa Siwa yang mengungkapkan bahwa manusia yang berbuat tidak baik seperti mabuk, zina, dan lainnya akan mendapatkan tempat yamg tidak baik pula.
Dalam hal ini Satyam, Shivam, dan Sundaram pun nampak dengan jelas dalam garapan ini. Garapan yang dimulai pada pukul 19.30 wita ini pun terasa sangat kaya akan tuntunan sekaligus hiburan. Kami selalu tampil di Nawanatya, dan kami memang sadar bahwa ini adalah media berkreasi yang dapat digunakan secara liar namun tanpa melupakan akar tradisi, tutur Tilem. Tilem pun menambahkan bahwa berkreasi dengan liar yang dimaksud adalah berkreasi dengan sebebas-bebasnya dengan tetap memegang pakem kesenian tradisi dan tuntunan kebaikan.
[pilihan-redaksi2]
Menurut salah satu pemain dalam garapan ini yaitu Gusti Made Dharma Putra yang berperan sebagai Sang Suratma bahwa dirinya mengungkapkan cukup sulit memerankan tokoh yang berkaitan dengan dunia keagamaan. Sang Suratma dikenal sebagai tokoh yang cerdas namun kocak jadi agak sulit dan merasa cukup tertantang, terang Dharma.
Menurut salah satu pemain dalam garapan ini yaitu Gusti Made Dharma Putra yang berperan sebagai Sang Suratma bahwa dirinya mengungkapkan cukup sulit memerankan tokoh yang berkaitan dengan dunia keagamaan. Sang Suratma dikenal sebagai tokoh yang cerdas namun kocak jadi agak sulit dan merasa cukup tertantang, terang Dharma.
Sang Suratma yang tak lain adalah salah satu asisten Dewa Yamadipati di Yama Loka yakni dunia antara surga atau neraka, dimana Sang Suratma berperan mencatat dosa dan amal perbuatan manusia semasa hidup. Dharma yang merupakan alumni IHDN Denpasar merasa bangga dapat terlibat dalam garapan yang berdasar pada kisah Lubdaka ini. Sebagai alumni saya senang bisa terlibat dan semoga Nawanatya ini bisa menjadi barometer berkreativitas mahasiswa dan seniman muda di Bali, jelas Dharma menutup pembicaraan. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8484 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5831 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026