Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 24 Agustus 2026
Cuaca April di Bali Diprediksi Cerah Berawan, Warga Diimbau Tetap Waspada
BERITABALI.COM, BADUNG.
Memasuki bulan April 2025, sejumlah wilayah di Bali diprediksi mengalami cuaca cerah berawan. Namun, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan ringan hingga sedang di beberapa daerah.
Prakirawan BMKG Denpasar mengungkapkan bahwa beberapa faktor mendukung pembentukan hujan di Bali. Salah satunya adalah adanya konvergensi angin yang meningkatkan peluang hujan, suhu muka laut yang berkisar antara 28 hingga 30 derajat Celsius, serta konsentrasi massa udara basah dari permukaan hingga lapisan 200 milibar.
"Wilayah yang memiliki potensi hujan paling besar meliputi Bali bagian barat, utara, tengah, dan timur," ujar Prakirawan Cuaca BMKG Denpasar, Putu Agus Dedy Permana, Rabu (2/4/2025).
Dirinya mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap dampak hujan yang bisa menyebabkan genangan air, banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.
"Nelayan dan pelaku wisata bahari diimbau untuk memperhatikan potensi gelombang tinggi yang bisa mencapai 2 meter di perairan selatan Bali," ucapnya.
Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi cuaca terbaru, terutama peringatan dini terkait cuaca ekstrem guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4640 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2447 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2094 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1703 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1136 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun