Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Daya Saing Dunia Usaha Bisa Tergerus Hingga 20 Persen
Nusa Dua
BERITABALI.COM, BADUNG.
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) , Sandiaga Sandi Uno mengatakan, pemberlakuan SKB lima menteri tentang hemat energi dikhawatirkan bisa menggerus daya saing dunia usaha termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) 15 sampai 20 persen.
"Kami sudah mencoba melakukan simulasi. Bila tak ada kesepakatan soal lembur maka bisa menggerus daya saing dunia usaha sampai 20 persen," ujar Sandiaga Sandi Uno, saat
dimintai komentar di sela-sela acara Musyawarah nasional XIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Nusa Dua, Sabtu (19/7).
Sebab, menurut Uno, dengan pengalihan jam kerja masih perlu dicari kesepakatan di kalangan karyawan, apakah beralihnya ke Sabtu dan Minggu itu tergolong lembur atau tidak.
Di sini perlu upaya mengubah tingkah laku karyawan, sebab, selama ini ketika bekerja pada hari Sabtu dan Minggu dianggapnya lembur, sehingga perlu ada hitung-hitungan tambahan upah. Setelah dihitung-hitung, kondisi ini perkiraannya bisa mengurangi daya saing dunia usaha termasuk UMKM.
Sandiaga Uno mengaku di satu sisi sangat memahami akan terjadinya krisis energi listrik, namun di pihak lain potensi merugikan pelaku dunia usaha.
Mestinya, kata Uno yang segera akan meletakkan jabatannya sebagai Ketua Umum Hipmi ini, solusi atas masalah kelistrikan ini adalah jangan mengambil kebijakan yang bersifat ad hoc yakni jangka pendek, melainkan harus lebih melihat program jangka menengah dan panjang.
"Sebab, jika (sasarannya) jangka pendek dan reaktif seperti seakarang ini, maka bisa seperti main petak umpet. Misalnya, berusaha menyelesaikan yang di sini, namun masalah muncul di tempat lain," paparnya.
Yang terpenting lagi, lanjut Uno, bagaimana kebijakan hemat energi ini tidak malah membuat biaya lebih tinggi dalam kegiatan produktivitas di kalangan dunia usaha termasuk UMKM.
"Kami percaya, SKB itu mampu mengatasi krisis energi listrik,"
ujarnya. (sss)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3017 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2070 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2039 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun