Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Demer: Potret Ilmiah Hasil Survei Tentukan Koalisi, Bukan Potret "Balian"
Pilkada Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Partai Golkar hingga kini belum menentukan rekomendasi termasuk akan kemana arah koalisinya dalam Pilkada Karangasem tahun 2020 mendatang.
Ini diungkapkan oleh Pelaksana tugas (plt) Ketua DPD Golkar Provinsi Bali, I Gede Sumarjaya Linggih saat datang ke sekertariat DPD Golkar Karangasem pada Sabtu (15/02/2020).
Ia mengatakan, sejauh ini pihaknya masih menunggu hasil survei. Hasil survei yang nantinya akan dijadikan sebagai potret ilmiah untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemenangan yang akan diraih dalam menentukan koalisi. Bukan dengan cara menggunaan potret “balian” (Paranormal).
“Untuk arah koalisi, kita masih lihat hasil surveinya dulu, hasil survei itulah yang akan kita jadikan sebagai potret ilmiah untuk mengetahui kemana arahnya nanti dan kita tidak menggunakan potret "balian",” jelasnya.
Selain koalisi, untuk rekomendasi calon, pihaknya juga masih menunggu hasil survei sampai tiga hingga empat hari kedepan. Setelah hasil survei keluar, akan berproses di Jakarta sebelum nantinya diumumkan.
“Ya di Jakarta sekitar semingguan, kemungkinan setelah hari raya Kuningan baru dikeluarkan hasil surveinya secara resmi,” tandasnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 1250 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1138 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 898 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 821 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 572 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun