Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Demi Rusia, Negara Arab Ini Putus Hubungan dengan Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Suriah mengumumkan putus hubungan dengan Ukraina. Hal ini dilakukan pemerintahnya untuk mendukung sekutu dekat Rusia. Rusia diketahui menyerang Ukraina sejak Februari. Hingga kini perang belum kunjung usai.
Pemutusan hubungan juga dilakukan sebagai balasan tindakan Kyiv yang melakukan langkah serupa ke Damaskus. Ukraina memutus hubungan akhir Juni dengan alasan Suriah mengakui pemisahan diri wilayah timur negara itu yang didukung Moskow.
"Republik Arab Suriah telah memutuskan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Ukraina," kata seorang pejabat kementerian luar negeri yang tidak disebutkan namanya kepada media resmi Suriah itu, Rabu (20/7/2022).
"Ini sesuai dengan prinsip timbal balik dan sebagai tanggapan atas keputusan pemerintah Ukraina," tambahnya.
Baca juga:
China Berang Rencana Ketua DPR AS ke Taiwan
Perlu diketahui, Rusia sendiri mendukung pemerintah Bashar Al-Assad dalam perang di wilayah Suriah Utara sejak 2011. Rusia bahkan mengirim tentara dan peralatan perang.
Hubungan keduanya memang sudah mesra sejak Perang Dingin. Namun makin dekat kala pemimpin Libya Muammar Gaddafi digulingkan di 2011, di mana Putin dipercaya pengamat mencari sekutu baru.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2290 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1846 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1025 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun