Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 2 Agustus 2026
Demonstrasi 212 Bisa Jungkirkan IHSG
Selasa, 29 November 2016,
10:00 WITA
Follow
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di penghujung 2016 pun berada dalam tekanan negatif yang hebat. [source: istimewa]
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com - Jakarta. Analis PT Schroder Investment Management Indonesia menilai, aksi demonstrasi terkait penistaan agama yang melebar ke ranah politik turut menjadi katalis negatif dari domestik. Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di penghujung 2016 pun berada dalam tekanan negatif yang hebat.
Menurut Chief Executive Officer Schroders, Michael T Tjoajadi, berlarut-larutnya aksi demonstrasi telah memberikan dampak negatif bagi pergerakan IHSG di pengujung tahun ini, bahkan akan berimplikasi buruk terhadap ekonomi dalam negeri secara umum.
"Demonstrasi yang berlanjut terus, tentu sangat mempengaruhi IHSG dan ekonomi kita. Tanpa violent saja, demonstrasi itu mempunyai dampak negatif, apalagi jika selanjutnya demonstrasi itu terjadi violent," kata Michael di Jakarta, akhir pekan lalu.
Ia mengungkapkan, sejauh ini aksi demonstrasi yang berlangsung beberapa waktu terakhir di DKI Jakarta telah memberikan pengaruh yang buruk terhadap beberapa sektor bisnis secara nasional.
"Sentimen negatif itu sekarang sudah berpengaruh ke mana-mana, contohnya sektor properti," ucap Michael.
Michael menyebutkan, saat ini sektor properti banyak yang melakukan aksi menunggu dan menunda pengerjaan proyek terkait upaya mencari kepastian pasar pasca berlangsungnya sejumlah aksi demonstrasi.
"Aksi demonstrasi mendatang (red: 2 Desember 2016) juga akan memberikan pengaruh sangat negatif bagi ekonomi," tegasnya.
Sementara itu, menurutnya, sentimen negatif dari global yang memengaruhi laju IHSG pada pengujung 2016 lebih dipengaruhi oleh terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden AS.
"Fluktuasi sejumlah bursa saham, termasuk di Indonesia, terjadi sangat besar sejak pemilihan presiden Amerika. IHSG saja sempat langsung melemah lebih dari 100 poin," ucap Michael.
Menurutnya, sentimen negatif Trump untuk negara-negara lain juga terjadi di pasar valuta asing maupun pasar surat utang. Di pasar forex, bukan cuma rupiah yang melemah, hampir seluruh mata uang dunia melemah terhadap dolar AS.
"Politik di AS telah menjadi global impact yang negatif bagi negara lain," katanya.
Ia berharap, kepemimpinan Trump di AS tidak memicu praktik perang dagang terkait rencana AS yang akan menaikkan tarif impor. Selain itu, Michael berharap pemerintah Indonesia mempercepat belanja modal dan belanja barang, karena 60 persen pertumbuhan ekonomi nasional ditopang konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah. [idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 336 Kali
02
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 266 Kali
03
04
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 216 Kali
05
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026