Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 4 November 2026
Dinas Pertanian Kesulitan Jika Pasang Pompa di Subak Desa Kaba-Kaba
Jumat, 2 Agustus 2019,
23:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan kesulitan jika memasang pompa air di Subak Tangkub II, Tempek Segeh dan Tempek Lantang di Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri yang mengalami kekeringan.
[pilihan-redaksi]
Setelah dilakukan pengecekan, jarak Sungai Yeh Panet ke Subak Tangkub II sekitar 700 meter dalamnya sekitar 400 meter. Kondisi ini pun masih dipikirkan oleh Dinas Pertanian Tabanan.
Setelah dilakukan pengecekan, jarak Sungai Yeh Panet ke Subak Tangkub II sekitar 700 meter dalamnya sekitar 400 meter. Kondisi ini pun masih dipikirkan oleh Dinas Pertanian Tabanan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan Gusti Putu Wiadnyana mengatakan, pemasangan pompa air seperti permintaan petani dirasa tidak memungkinan, karena tidak memiliki pompa dengan panjang yang cukup.
"Sudah kami cek dengan pekaseh, agak sulit,” ujarnya, Jumat (2/8).
Hanya saja pihaknya pun kembali akan memastikan mengecek kedua kalinya terkait jarak untuk menaikkan air dari Sungai Panet Desa Kaba-Kaba.
"Tetapi kami akan kembali dulu, tapi rasanya tidak memungkinkan panjang sekali jaraknya," kata Wiadnyana.
Subak Tangkub II ini memang tidak mempunyai saluran air. Subak Tangkub II adalah subak tadah hujan. Kalau Subak Tangkub I dan Subak Mumbu airnya bagus yang berada paling atas, maka Subak Tangkub II dapat aliran air.
[pilihan-redaksi2]
Mengingat sekarang ini musim kemarau maka aliran air irigasi ke Subak Tangkub II tidak bagus. "Dari luasnya sekitar 170 hektar ada beberapa kondisi padinya masih bagus, memang ada juga yang kekeringan," ujar Wiadnyana.
Mengingat sekarang ini musim kemarau maka aliran air irigasi ke Subak Tangkub II tidak bagus. "Dari luasnya sekitar 170 hektar ada beberapa kondisi padinya masih bagus, memang ada juga yang kekeringan," ujar Wiadnyana.
Oleh karena itu selama musim kemarau yang diperkirakan sampai dengan September, petani di Subak Tangkub II diharapkan jangan memaksa menanam padi. Beralih ke palawija.
Seperti berita sebelumnya petani di Tempek Segeh dan Tempek Lantang rugi. Sebab padi yang baru ditanam sepekan sudah layu akibat kekeringan. Alhasil ongkos traktor dan biaya tanam mubazir. (bbn/tab/rob)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
01
02
03
04
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 588 Kali
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 464 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026