Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 17 September 2026
Dinas Pertanian Kesulitan Jika Pasang Pompa di Subak Desa Kaba-Kaba
Jumat, 2 Agustus 2019,
23:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan kesulitan jika memasang pompa air di Subak Tangkub II, Tempek Segeh dan Tempek Lantang di Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri yang mengalami kekeringan.
[pilihan-redaksi]
Setelah dilakukan pengecekan, jarak Sungai Yeh Panet ke Subak Tangkub II sekitar 700 meter dalamnya sekitar 400 meter. Kondisi ini pun masih dipikirkan oleh Dinas Pertanian Tabanan.
Setelah dilakukan pengecekan, jarak Sungai Yeh Panet ke Subak Tangkub II sekitar 700 meter dalamnya sekitar 400 meter. Kondisi ini pun masih dipikirkan oleh Dinas Pertanian Tabanan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan Gusti Putu Wiadnyana mengatakan, pemasangan pompa air seperti permintaan petani dirasa tidak memungkinan, karena tidak memiliki pompa dengan panjang yang cukup.
"Sudah kami cek dengan pekaseh, agak sulit,” ujarnya, Jumat (2/8).
Hanya saja pihaknya pun kembali akan memastikan mengecek kedua kalinya terkait jarak untuk menaikkan air dari Sungai Panet Desa Kaba-Kaba.
"Tetapi kami akan kembali dulu, tapi rasanya tidak memungkinkan panjang sekali jaraknya," kata Wiadnyana.
Subak Tangkub II ini memang tidak mempunyai saluran air. Subak Tangkub II adalah subak tadah hujan. Kalau Subak Tangkub I dan Subak Mumbu airnya bagus yang berada paling atas, maka Subak Tangkub II dapat aliran air.
[pilihan-redaksi2]
Mengingat sekarang ini musim kemarau maka aliran air irigasi ke Subak Tangkub II tidak bagus. "Dari luasnya sekitar 170 hektar ada beberapa kondisi padinya masih bagus, memang ada juga yang kekeringan," ujar Wiadnyana.
Mengingat sekarang ini musim kemarau maka aliran air irigasi ke Subak Tangkub II tidak bagus. "Dari luasnya sekitar 170 hektar ada beberapa kondisi padinya masih bagus, memang ada juga yang kekeringan," ujar Wiadnyana.
Oleh karena itu selama musim kemarau yang diperkirakan sampai dengan September, petani di Subak Tangkub II diharapkan jangan memaksa menanam padi. Beralih ke palawija.
Seperti berita sebelumnya petani di Tempek Segeh dan Tempek Lantang rugi. Sebab padi yang baru ditanam sepekan sudah layu akibat kekeringan. Alhasil ongkos traktor dan biaya tanam mubazir. (bbn/tab/rob)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5507 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2316 Kali
04
05
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1129 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026