Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Dinkes Jembrana Tingkatkan Pemantauan Virus MPox
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana kini meningkatkan surveilans atau pemantauan terhadap potensi penularan virus monyet (Mpox) di wilayah Jembrana.
Selain melakukan pemantauan di masyarakat, pihak Karantina Kesehatan juga telah menyiagakan pos pemantauan di pintu masuk Bali, termasuk Pelabuhan Gilimanuk.
Hingga saat ini, belum ditemukan kasus Mpox di Jembrana maupun Bali. Namun, kasus penularan virus ini telah terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Jawa Timur, yang merupakan daerah terdekat dengan Bali.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana, Dr. I Made Dwipayana, mengungkapkan, pihaknya telah menginstruksikan petugas kesehatan untuk melakukan pemantauan yang lebih ketat terhadap masyarakat yang berpotensi terpapar virus tersebut. Pemantauan juga dilakukan secara intensif melalui puskesmas dan dokter praktik di wilayah Jembrana.
Baca juga:
Antisipasi Mpox, Bandara Ngurah Rai Siapkan Tiga Unit Thermal Scanner
“Kami juga telah bekerja sama dengan pihak Karantina Kesehatan untuk menyiagakan pos pemantauan di pintu masuk Bali, termasuk Pelabuhan Gilimanuk. Sejauh ini, kami belum menemukan adanya kasus Mpox di Jembrana maupun Bali,” ujar Dr. I Made Dwipayana.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3912 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3078 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2104 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2054 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun