Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Dituduh Putin Soal 'Bom Kotor', Ukraina Tantang IAEA Inspeksi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ukraina telah mengundang para ahli dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ke negara itu untuk melakukan inspeksi terhadap tuduhan Rusia mengenai 'bom kotor' yang disebut akan digunakan oleh Kyiv dalam perangnya.
Dalam sebuah cuitan pada Senin (24/10/2022), Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba mengatakan telah berbicara melalui telepon dengan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi. IAEA pun sepakat untuk mengirimkan timnya demi mengetahui lebih jauh terkait tuduhan ini.
"Dalam panggilan saya ... saya secara resmi mengundang IAEA untuk segera mengirim para ahli ke fasilitas damai di Ukraina yang diklaim oleh Rusia sebagai mengembangkan bom kotor," katanya dikutip CNN International.
"Dia (Grossi) setuju. Tidak seperti Rusia, Ukraina selalu dan tetap transparan. Tidak ada yang kami sembunyikan."
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu menuding Kyiv sedang mempersiapkan 'bom kotor' untuk berperang dengannya. Bahkan, Moskow juga menyeret dugaan ini dalam forum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).
"Ukraina dapat meningkat dengan menggunakan 'bom kotor', bahan peledak konvensional yang dicampur dengan bahan radioaktif," ujarnya.
Ukraina pun menolak klaim ini. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pernyataan Shoigu telah membuat permasalahan antara kedua negara semakin jelas. Menurutnya, Rusia justru yang mempersiapkan bom ini untuk digunakan dalam perang.
"Semua orang mengerti sepenuhnya. Mereka mengerti siapa sumber dari semua hal kotor yang bisa dibayangkan dalam perang ini," ujarnya.
Menurut Komisi Pengaturan Nuklir AS (NRC), bom kotor adalah jenis 'perangkat penyebaran radiologi' yang menggabungkan bahan peledak konvensional, seperti dinamit, dengan bahan radioaktif. NRC menyebut bahwa bom ini tidak akan melepaskan radiasi yang parah melainkan dapat mencemari properti.
"Namun, ledakan RDD dapat menimbulkan ketakutan dan kepanikan, mencemari properti dan membutuhkan pembersihan yang berpotensi mahal," kata NRC dikutip Newsweek.
NRC juga menegaskan bahwa 'bom kotor' tidak sama dengan bom nuklir. Ini dikarenakan bom nuklir menciptakan ledakan yang jutaan kali lebih kuat daripada bom kotor.
"Bom kotor tidak dianggap sebagai senjata pemusnah massal, seperti bom nuklir, melainkan 'senjata pengganggu massal', dengan tujuan utamanya adalah kontaminasi dan kecemasan."(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1977 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1600 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun