Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Dokter Spesialis dan Tambahan 2 Ambulan di Puskesmas
Program Kesehatan SMS
Senin, 2 November 2015,
08:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Di antara masalah Karangasem di bidang kesehatan, menurut Sudirta-Sumiati, adalah tingginya angka kematian ibu melahirkan (66 per 1000 kelahiran per tahun), angka kematian bayi lahir yang 10 orang per 1000 bayi lahir, insentif Kader Posyandu yang cuma Rp 20 ribu per bulan, kurangnya fasilitas Puskesmas maupun kamar di RS Amlapura, baik kamar kelas III untuk rakyat maupun fasilitas seperti amblan untuk menjemput pasien di pedesaan. Tingkat sanitasi dan kesehatan yang buruk, juga merupakan problem tersendiri, yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
Memperhatikan permasalahan tersebut, SMS mencanangkan akan membenahi pelayanan Puskesmas dengan menyediakan tambahan 2 ambulan siaga, seorang dokter spesialis, tambahan kamar rawat inap serta alat kesehatan lainnya.
Rumah sakit Amlapura yang sekarang masih tipe C akan dibenahi untuk ditingkatkan menjadi tipe B, disertai penambahan kamar kelas III, mengingat kebutuhan kamar kelas III sangat tinggi, terbukti dari cukup seringnya pasien membeludak dan terpaksa dirawat di ‘’lorong’’ karena kehabisan kamar.
‘’Untuk meningkatkan pengetahuah masyarakat tentang kesehatan, pelayanan Puskesmas akan dilengkapi dengan pelayanan Kader Posyandu dan KKDS ( Kader Kesehatan Desa Siaga). Agar mereka lebih semangat bekerja, dan agar imbalannya lebih manusiawi, insentif Kader Posyandu kita canangkan bisa Rp 150 ribu per bulan per orang, dan insentif KKDS Rp 200 ribu per bulan per orang,’’ kata Sudirta.
Sudirta optimis, dengan 3000 orang lebih Kader Posyandu dan KKDS, pemberian informasi dan pelayanan kesehatan di bidang gizi balita dan ibu melahirkan, berangsur bisa diperbaiki. Kalau tiap Puskesmas nantinya bisa dilengkapi dokter spesialis yang mau mengabdi di desa-desa, kualitas kesehatan masyarakat Karangasem perlahan bisa ditingkatkan. Implikasi dari meningkatkan pengetahuan tentang sanitasi dan kesehatan, akan menurunkan kuantitas maupun kualitas orang sakit.
‘’Ujung dari perbaikan program bidang kesehatan ini adalah, berkurangnya beaya-beaya obat yang harus disediakan dari APBD. Dananya bisa dialokasikan untuk program lain, sementara penduduk yang lebih sehat dan bugar, juga berarti bisa lebih produktif di bidang sosial, ekonomi maupun budaya,’’ tambah Sudirta.[bbn/rls/*]
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2948 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026