Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 4 November 2026
Dua Korban Jembatan Jebol Diaben Bersamaan
Rabu, 8 Mei 2019,
23:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Sehari setelah jembatan jebol merenggut korban jiwa saat warga Subak Palian melakukan gotong royong di Banjar Puseh, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Tabanan, dua korban subak tewas I Made Budi, 50 tahun dan I Ketut Sudana, 50 tahun dilakukan upacara pengabenan pada Rabu (8/5).
[pilihan-redaksi]
Proses pengabenan dilaksanakan berbarengan sekitar pukul 13.00 Wita di Setra Desa Pakraman Puseh. Terlihat keluarga korban masih menangis mengantar kedua jenazah. Sementara korban selamat I Wayan Dampuk, 61, kondisinya sudah berangsur pulih dan sudah bisa menengok dua rekanya ke rumah duka.
Proses pengabenan dilaksanakan berbarengan sekitar pukul 13.00 Wita di Setra Desa Pakraman Puseh. Terlihat keluarga korban masih menangis mengantar kedua jenazah. Sementara korban selamat I Wayan Dampuk, 61, kondisinya sudah berangsur pulih dan sudah bisa menengok dua rekanya ke rumah duka.
Kelian Dinas Banjar Puseh I Nyoman Suda menerangkan jika kedua korban Ketut Sudana dan Made Budi dilakukan upacara ngaben suasta atau mekinsan di geni.
"Sekarang upacaranya hanya mekinsan di geni, untuk ngeroras (menyucikan) belum dilakukan," katanya.
[pilihan-redaksi2]
Dikatakan mengingat ada dua orang korban di Banjar Puseh untuk diaben, proses pembuatan upakara krama dibagi menjadi dua. Untuk krama tempek kangin (warga bagian timur) membuat upakara di rumah Made Budi, dan krama tempek kauh (warga bagian barat) membuat upakara di rumah Ketut Sudana. "Krama dibagi dalam membuat upakara," ujarya.
Dikatakan mengingat ada dua orang korban di Banjar Puseh untuk diaben, proses pembuatan upakara krama dibagi menjadi dua. Untuk krama tempek kangin (warga bagian timur) membuat upakara di rumah Made Budi, dan krama tempek kauh (warga bagian barat) membuat upakara di rumah Ketut Sudana. "Krama dibagi dalam membuat upakara," ujarya.
Suda menambahkan korban Wayan Dampuk sempat trauma hanya saja saat ini sudah pulih. "Selasa sore masih trauma namun sekarang sudah pulih," akunya.
Sementara pantuan di lokasi kejadian suasana masih terlihat sepi. Tidak ada aktivitas apapun. Namun keluarga dari ketiga korban sudah sempat melakukan upacara nebusin pada Selasa (7/5) sore. (bbn/tab/rob)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Gianyar
Berita Terpopuler
01
02
03
04
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 591 Kali
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 465 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026