Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Dua Nmax Bertabrakan di Jalur Amlapura–Singaraja
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur rawan Amlapura–Singaraja, tepatnya di Banjar Dinas Tunas Sari, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 14.30 WITA.
Kasatlantas Polres Karangasem, AKP I Gusti Agung Putu Mahaputra menjelaskan, kecelakaan bermula saat sepeda motor Yamaha Nmax hitam DK 3543 TI yang dikendarai Ni Komang Arik Mariani (18), pelajar asal Banjar Dinas Dlungdungan, Desa Ban, melaju dari arah Amlapura menuju Singaraja dan berusaha mendahului sebuah truk di depannya.
Saat mendahului dengan mengambil jalur kanan, dari arah berlawanan melaju Yamaha Nmax hijau DK 2672 TX yang dikendarai I Komang Adi Santika (21), pelajar asal Banjar Dinas Nusu, Desa Sukadana.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan keras tidak dapat dihindari. Benturan terjadi di sisi kanan as jalan dari arah Amlapura. Akibat kecelakaan tersebut, Ni Komang Arik Mariani mengalami luka lecet pada lutut kiri serta pembengkakan yang diduga patah pada kaki kiri.
"Korban dalam kondisi sadar saat dievakuasi dan langsung dilarikan ke RS Kasna Medika untuk mendapat perawatan. Sementara pengendara dari arah berlawanan, I Komang Adi Santika, tidak mengalami luka," ujar Mahaputra.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4512 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2328 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1973 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1597 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun