Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 2 Oktober 2026
Ekstrak Kulit Kayu Cempaka Putih Sebagai Fungisida Jamur Penyebab Penyakit Bercak Daun Padi
Senin, 8 Juli 2019,
11:46 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Ekstrak kayu cempaka putih memiliki senyawa aktif dan aktivitas fungisida terhadap jamur Curvularia Verruculosa yang menjadi penyebab penyakit bercak daun pada tanaman padi (Oryza sativa L.).
[pilihan-redaksi]
Dimana ekstrak kulit kayu cempaka pada konsentrasi 2 persen mampu menyebabkan membran sel jamur mengalami Lusia. Demikian terungkap dalam penelitian berjudul "Senyawa Aktif dan Aktivitas Fungisida Ekstrak Kulit Kayu Cempaka Putih (Michella Alba) Terhadap Jamur Curvularia Verruculosa Penyebab Penyakit Bercak Daun Pada Tanaman Padi (Oryza Sativa L)" yang dilakukan oleh Drs. I Gusti Agung Bawa, M.Si.
Dimana ekstrak kulit kayu cempaka pada konsentrasi 2 persen mampu menyebabkan membran sel jamur mengalami Lusia. Demikian terungkap dalam penelitian berjudul "Senyawa Aktif dan Aktivitas Fungisida Ekstrak Kulit Kayu Cempaka Putih (Michella Alba) Terhadap Jamur Curvularia Verruculosa Penyebab Penyakit Bercak Daun Pada Tanaman Padi (Oryza Sativa L)" yang dilakukan oleh Drs. I Gusti Agung Bawa, M.Si.
Hasil penelitian ini disampaikan dalam ujian terbuka Promosi Dokter pada Fakultas Pertanian, Universitas Udayana yang digelar di Ruang Sidang Pascasarjana, Kampus Universitas Udayana pada Senin (8/7).
Menurut Agung Bawa, dengan formula ekstrak kulit kayu cempaka putih pada konsentrasi 1,5 persen saja secara nyata mampu menurunkan intensitas Penyakit Bercak Daun sampai 62,68 persen. "Dan ini mampu meningkatkan hasil padi sebesar 60,62 persen" kata Agung Bawa yang merupakan staf pengajar pada Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Universitas Udayana.
[pilihan-redaksi2]
Agung Bawa mengungkapkan berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit kayu cempaka putih secara nyata menghambat pertumbuhan koloni dan produksi biomassa jamur C. verruculosa. Analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit kayu cempaka putih mengandung 5 golongan senyawa metabolit sekunder, yaitu alkaloid, fenol/Tanin, glikosida, steroid dan terpenoid.
Agung Bawa mengungkapkan berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit kayu cempaka putih secara nyata menghambat pertumbuhan koloni dan produksi biomassa jamur C. verruculosa. Analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit kayu cempaka putih mengandung 5 golongan senyawa metabolit sekunder, yaitu alkaloid, fenol/Tanin, glikosida, steroid dan terpenoid.
Jamur Curvularia Verruculosa merupakan jamur yang dapat menyebabkan gagal semai benih padi dan penyakit hawar pelepah daun. Selama ini pengendalian penyakit bercak daun masih mengandalkan penggunaan fungisida sintetik. Padahal pemakaian fungisida sintetik secara berlebihan berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan, keracunan pada organisme bukan target, terjadinya resistensi jamur dan meningkatkan biaya produksi.[bbn/Mul]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 331 Kali
02
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 272 Kali
03
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 243 Kali
04
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 238 Kali
05
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 231 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026