Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Elon Musk Belum Mau Ubah Kebijakan Moderasi Konten Twitter
BERITABALI.COM, DUNIA.
CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk mengaku, saat ini tidak akan ada perubahan kebijakan moderasi konten Twitter usai dia membeli perusahaan seharga 44 miliar Dolar AS atau Rp 686 triliun.
"Agar jelas, kami belum membuat perubahan apapun pada kebijakan moderasi konten Twitter," cuit Elon Musk, dilansir dari BBC, Senin (31/10/2022).
Sebelumnya, dia mengumumkan bakal membentuk dewan moderasi untuk mengatur konten Twitter. Saat itu, Elon Musk mengatakan, siapapun yang dihukum karena alasan kecil dan meragukan bakal dibebaskan dari sanksi Twitter.
"Komedi sekarang legal di Twitter," katanya.
Diambilalihnya Twitter oleh Musk menimbulkan pro kontra. Di satu sisi ada yang khawatir kalau dia melonggarkan peraturan yang membatasi ujaran kebencian dan misinformasi di Twitter.
Di sisi lain, pengguna atau regulator merasa kalau manajemen Twitter sebelumnya terlalu membatasi kebebasan berbicara dengan aturan ketat.
Kepemilikan Elon Musk di Twitter juga berefek pada susunan petingginya.
CFO Twitter Ned Segal termasuk di antara para pemimpin senior yang mengundurkan diri usai perusahaan dibeli Musk. Ketua Dewan Twitter Bret Taylor juga pergi. Kemudian CEO Twitter Parag Agrawal dilaporkan telah dipecat Musk.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4513 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2329 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1973 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1597 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun