Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 7 Agustus 2026
Era Online, Produk UMKM Harus Miliki Standarisasi
Selasa, 8 Mei 2018,
18:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com.Badung, Memasuki era Online, produk pelaku UMKM harus berstandar agar produk tersebut telah dijamin aman, sehingga, konsumen yang memakai produk tersebut juga merasa aman.
[pilihan-redaksi]
Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya mengatakan yang terpenting, produk tersebut harus dijamin, aman atau telah berstandar sehingga para penerima (konsumen) lewat Online tersebut menjadi ikut aman dalam memakainya. Jika dilihat, kata dia dari jumlah para UMKM di Indonesia, jumlahnya sangat banyak mencapai 55 juta. Ini merupakan kekuatan ekonomi Indonesia. Produk UMKM harus memiliki produk dengan mutu bagus karena, merupakan industri yang memiliki peluang yang sangat besar saat ini.
Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya mengatakan yang terpenting, produk tersebut harus dijamin, aman atau telah berstandar sehingga para penerima (konsumen) lewat Online tersebut menjadi ikut aman dalam memakainya. Jika dilihat, kata dia dari jumlah para UMKM di Indonesia, jumlahnya sangat banyak mencapai 55 juta. Ini merupakan kekuatan ekonomi Indonesia. Produk UMKM harus memiliki produk dengan mutu bagus karena, merupakan industri yang memiliki peluang yang sangat besar saat ini.
.jpg)
Dirinya mencontohkan, misal di Surabaya, Jawa Timur sertifikasi dilakukan gratis ke semua pelaku UMKM. Meski pelaku UMKM tersebut para ibu-ibu rumah tangga dengan tempat usaha masuk ke dalam gang tetapi pemasaran produknya mampu menembus pasar ekspor dengan tujuan market ke Negara Eropa Timur.
"Hanya berproduksi di dalam sebuah Gang kecil dan berkelok-kelok. Produk seorang Ibu Rumah tangga telah mampu Go Internasional Seperti terjadi di Surabaya tersebut contohnya ," ujarnya.
[pilihan-redaksi2]
Dilanjutkan, dalam proses standarisasi menurut UU Nomor 26 tahun 2014 diwajibkan para pelaku UMKM harus didampingi pemerintah. Pemerintah Daerah dalam kaitan dengan hal tersebut, harus bisa menyediakan dana. Terutama untuk, memberikan sertifikat gratis. Maka dari itu, BSN mendorong Pemda-Pemda bisa memberi dana untuk memberikan sertifikat gratis bagi produk-produk pelaku UMKM.
Dilanjutkan, dalam proses standarisasi menurut UU Nomor 26 tahun 2014 diwajibkan para pelaku UMKM harus didampingi pemerintah. Pemerintah Daerah dalam kaitan dengan hal tersebut, harus bisa menyediakan dana. Terutama untuk, memberikan sertifikat gratis. Maka dari itu, BSN mendorong Pemda-Pemda bisa memberi dana untuk memberikan sertifikat gratis bagi produk-produk pelaku UMKM.
Dilihat dari besaran biaya yang dikeluarkan untuk sertifikasi, yaitu dari Rp 5 juta untuk sertifikasi produk SNI saja akan tetapi, besar kecilnya biaya nantinya juga disesuaikan dengan tes dari produk yang dilalui di Labotarium terkait dengan, pengecekan item apa yang akan di tes.
Prasetya mengatakan, setandar produk sangat penting dalam era pasar bebas saat ini. Agar mampu saat ini maupun yang akan datang memenangkan pasar di era MEA ini. (bbn/aga/rob)
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4130 Kali
02
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1414 Kali
03
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
04
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
05
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026